DISKUSI USAHA

Mencari Investor untuk budidaya Bawal dan Lel 

Assalamu’alaikum Warohmaatullahi Wabarokaatuh

Pak, saya berniat memiliki usaha budidaya ikan bawal dan lele di daerah Bogor. Namun, saya mengalami kendala keuangan. Saya sudah memiliki proposal bisnis dan sedang mencari lahan yang cocok. Adakah yang mau membantu saya? Saya membutuhkan dana sebesar 5-10 juta. Kira-kira adakah yang mau bergabung dengan saya?

Nafiah

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Nafiah. Setiap orang hidup, selalu punya masalah. Satu masalah selesai, akan hadir masalah-masalah lain. Dan memang salah satu tugas manusia di dunia adalah menyelesaikan masalah-masalah yang timbul. Kalau ada orang yang ingin tidak punya masalah, maka hanya ada satu jawaban. Berhentilah hidup.

Dalam perjalanan mencari solusi atas masalah yang dihadapi, begitu banyak orang mencari solusi itu di luar dirinya. Padahal seringkali solusi itu ada di dalam dirinya sendiri. Sebagai contoh paling mudah, adalah masalah anda. Anda berniat membuka usaha budidaya ikan bawal dan lele di daerah Bogor. Ide yang tidak buruk. Masalahnya, anda terbentur pada masalah keuangan. Anda tidak punya uang untuk modal usaha sebanyak Rp 5 – 10 juta. Dan, solusi pribadi anda adalah:

1. Adakah orang yang mau membantu anda?
2. Adakah orang yang mau bergabung dengan anda?

Dua alternatif solusi di atas, mencerminkan apa yang saya sebut di awal. Banyak orang mencari solusi atas permasalahannya, dari luar dirinya. Seolah-olah dirinya ada pada jalur yang benar, dan mengharapkan orang lain membantu. Dan itu lah kesalahan terbesar anda. Anda tidak berusaha mencari solusi dari dalam diri anda sendiri. Padahal, kalau anda MAU berusaha sendiri, dana sebesar itu bisa anda dapatkan dalam waktu maksimal satu tahun, misalnya anda bekerja (tanpa pilih-pilih bidang pekerjaan) dahulu.

Kalau anda tetap ingin mencari bantuan dana dari luar, mungkin jawaban berikut ini bisa membantu anda. Saran saya, bangunlah citra diri anda menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Seorang Muhammad, sudah membuktikannya. Sejak kecil beliau sudah menunjukkan bahwa dirinya adalah pribadi terpercaya. Sebutannya Al-Amiin. Jangan heran, apabila begitu banyak persoalan umat saat itu, bisa diselesaikan oleh beliau.

Dalam beberapa seminar, saya sering menyatakan bahwa nasib seseorang saat ini, salah satunya ditentukan oleh SIAPA DAN BERAPA BANYAK ORANG YANG MENGENALNYA. Bukannya berapa banyak orang yang ia kenal. Dua pernyataan ini sangat berbeda dampaknya. Misalnya, setiap orang termasuk anda, mengenal presiden SBY. Tapi, apa gunanya anda mengenal SBY? Nyaris tidak ada, bukan? Tapi coba bayangkan jika SBY mengenal anda, misalnya sebagai peternak ikan bawal yang sukses. Kalau beliau butuh ikan bawal, bisa jadi beliau akan membelinya dari anda. Pesan terakhir, kalau anda sudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain, jaga kepercayaan itu. Jangan khianat.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

3. Secara pribadi, saya menempatkan etika bisnis di atas hukum. Jadi, sekalipun secara hukum negara, apa yang dilakukan A tidak salah, tetapi secara etika, tidak bisa dibenarkan. Bisnis bukanlah soal uang belaka, tetapi soal kepercayaan. Kalau sekali saja seseorang yang beraktivitas bisnis melakukan pelanggaran etika, maka kepercayaan seseorang padanya sudah cacat. Sungguh sulit memperbaiki kepercayaan yang sudah cacat. Pertanyaan terakhir anda, sangat sulit saya jawab, karena saya tidak tahu duduk persoalan yang sebenarnya. Banyak pertanyaan yang harus anda jawab sebelum saya sampaikan jawaban saya. Siasat, bagi saya agak dekat dengat kelicikan, seperti seolah menghindari terjadinya sesuatu dengan cara yang ’tidak lazim’ untuk menutupi aktivitas yang ’salah’ menjadi seolah-olah ’benar’

Bung Andhika. Sebagai langkah awal, anda harus memperkenalkan usaha anda kepada calon pengguna jasa. Untuk itu, anda harus mampu mengidentifikasi, siapa pengguna jasa anda, misalnya pelajar, mahasiswa, karyawan atau bidang profesi lainnya. Setelah itu, anda harus melakukan upaya-upaya, agar sasaran pasar anda bisa mengetahui layanan anda, misalnya dengan brosur, leaflet, poster atau spanduk. Tidak cukup dengan itu, anda harus menawarkan sesuatu yang berbeda dengan warnet-warnet lain, misalnya memberikan diskon 50 persen untuk satu bulan pertama, memberikan diskon 20 persen untuk jam-jam yang sepi pengunjung (di atas jam 22.00), memberikan suasana yang lebih nyaman, ada hadiah tertentu, atau bisa juga anda menjual coucher untuk 5 atau 20 jam koneksi dengan harga khusus. Saya yakin, kalau metode publikasi anda tepat, walaupun lokasi anda agak kurang strategis, akan banyak pengunjung atau pelanggan yang datang.

Membayangkan Untung Kecil, Semangat Membuka Usaha Turun

 

Selasa, 7 Nov 06 08:53 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu ‘alaikum wr. wbr.

Bung Zainal, saya seorang karyawan swasta, ada keinginan untuk membuka usaha sambilan. Yang terbayang di benak saya adalah membuka usaha jualan kerudung dan accesories (bros, pin, gantungan kunci, dll). Usaha itu sudah saya rencanakan lebih selama setahun ini. Isteri saya secara kecil-kecilan jualan kerudung.

Yang jadi masalah, setelah saya kalkulasikan, penghasilan dari bisnis itu sekitar 20 persen. Asumsi saya, kalau modal saya sekitar 2 juta rupiah, maka penghasilan saya dari modal itu sekitar 400 ribu rupiah. Saya tidak yakin jika omzet perbulan bisa mencapai satu juta, mengingat tempat jualan yang saya rencanakan bukan daerah yang ramai. Dengan demikian, saya berasumsi paling-paling dalam sebulan saya hanya memperoleh laba sekitar 200 ribu rupiah. Jumlah yang tidak terlalu besar. Gara-gara memikirkan itu, semangat saya untuk membuka usaha tadi menurun. Mohon tanggapannya.

Wassalam,

Burhan

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Burhan. Coba perhatikan satu ayat di bagian akhir surat Yaa Siin. Artian bebasnya, “Jika Allah menginginkan sesuatu, maka Allah hanya menyebut kun (jadi), maka jadilah.” Menurut guru bisnis saya, pengetian ’maka jadilah’ itu tidaklah selalu berarti seketika. Coba baca ayat-ayat lainnya tentang penciptaan alam semesta yang melalui proses yang panjang. Allah seringkali tidak menggunakan ’hak prerogatifNya’ (mencipta dalam waktu seketika) untuk membuktikan bahwa Ia lebih suka pada proses.

Pelajarannya bagi kita semua, Allah saja menciptakan alam dan seisinya melalui proses yang panjang, kok kita, -manusia ciptaannya, menginginkan sukses dalam waktu seketika?

Bung Burhan. Dunia ini selalu berubah. Para filsuf mengatakan bahwa tiada yang tetap kecuali terjadinya perubahan. Jadi, kalau pada waktu usaha anda dimulai omsetnya di bawah dua juta rupiah, apakah omset itu akan bertahan sepanjang usaha itu anda jalankan? Bisa jadi anda benar, bahwa lokasi dagang sekarang masih sepi. Apakah situasi sepi akan terus bertahan sepanjang hayat dikandung badan? Saya ingat sekali, tahun 70-an, Cinere, Cibubur atau Pondok Indah masih sepi. Kalau mau beli tanah dahulu, tinggal pawa patok saja. Kata orang Betawi, lokasi-lokasi itu sering disebut sebagai tempat jin buang anak. Tapi anda tahu sekarang? Harga tanahnya di atas lima juta rupiah per meter.

Anda menganggap dua ratus ribu rupiah dari modal dua juta rupiah adalah sesuatu yang kecil, atau ekivalen 10 persen. Mungkin anda benar. Tapi coba bandingkan jika uang dua juta rupiah anda simpan di bank syariah. Bagi hasilnya tidak akan sebesar ekivalen 10 persen. Paling besar hanya satu dua persen. Kalau begitu, anda mau untung seberapa banyak?

Saran saya, ingatlah pada proses. Setiap usaha pasti ada prosesnya. Tidak ada yang bim sala bim dan kemudian segalanya sudah tersaji di depan mata. Kalau anda mau merasakan hidup senang, anda juga harus bersedia menjalani kesulitan hidup. Kalau anda tidak bersedia, anda hanya jadi orang rata-rata, yang biasanya mengalami lebih banyak kesulitan daripada kesenangan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Putus Asa karena Buka Usaha tidak Pernah Bertahan Lama

Assalamualaikum, Kang,…

Saya mau tanya. Begini kang, sebelumnya saya memulai usaha beberapa kali. Hampir 10 kali lebih saya memulai usaha tapi tidak satupun yang saya rintis itu bisa bertahan lama. Memang hasil dari usaha yang saya kelola mendatangkan keuntungan yang lumayan tetap saja tidak bisa bertahan lama. Memang saya menikmati keuntungan dari usaha saya, dari omzet lumayan juga. Saya usaha di bidang IT khususnya di bidang jual beli komputer dan pelatihan. Juga pernah usaha di bidang makanan, yaitu bikin catering kecil-kecilan.

Setelah saya selidiki ada beberapa kekurangan yang saya temukan di antaranya:

1. Saya bekerja sendirian. Kalau saya merekrut partner pastilah ada kompensasinya, lagi pula orangnya belum tentu cocok dengan saya.

2. Kesalahan saya selanjutnya adalah dari pengelolaan. saya sering tidak disiplin dalam penggunaan uang usaha.

3. Order yang tidak kontinue,

4. Modal yang terbatas atau nyaris 0 (nol)

Dan pada saat ini usaha-usaha tersebut sudah tidak aktif lagi. Team saya bubar. Dari keputusasaan itu saya sekarang bekerja tapi rencana saya bekerja tidak untuk selamanya hanya untuk memupuk modal saja.

Bagaimana menurut Kang Zainal? Atas saranya saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum,

Robi Irawan
celcomnet at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Robi. Setiap peluang usaha, pasti ada masalahnya. Dan sebaliknya, setiap masalah, pasti memunculkan peluang usaha. Kalau anda menghadapi masalah, dan kemudian anda bisa dapatkan solusinya, suatu saat akan muncul masalah baru. Demikian seterusnys, sampai kita semua menghadap Ilahi. Jadi, hidup ini sebenarnya hanya berisi masalah demi masalah, yang harus kita selesaikan.

Masalah pertama, tentu ada solusinya. Tapi sebelumnya saya beri tahu anda, bahwa tidak ada orang sukses yang bergerak atau berusaha sendiri. Jadi, kalau otak anda sudah mengatakan bahwa anda sulit mendapatkan mitra usaha, maka yang terjadi adalah seperti yang sudah tertancap di isi kepala anda. Akibatnya, sulit bagi anda mencapai sukses yang anda inginkan. Di dunia ini, pasti ada satu dua orang yang satu visi dengan anda. Cuma untuk mempermudah pemikiran anda, dan juga mempermudah aktivitas anda, anda menyebut tidak ada orang yang bisa bermitra dengan anda. Itu teori simplifikasi. Dengan demikian, anda tidak akan berusaha mencari mitra tersebut. Dan kalau anda tidak berusaha mencarinya, apakah anda berharap Allah datangkan mitra tersebut dari langit?

Masalah kedua juga ada solusinya. Kalau anda tidak bisa melakukannya sendiri, anda bisa minta bantuan orang lain. Misalnya anda menyerahkan hasil usaha anda pada orang yang paling anda percaya, dan minta kepadanya untuk hanya mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu saja bagi anda. Di laci meja saya, ada 8 buku tabungan, yang merupakan milik anak didik saya. Mereka setiap hari saya paksa untuk menyetorkan uang hasil usahanya ke rekening tersebut, dan mereka tidak bisa mengambil uang mereka sendiri karena buku dan ATMnya saya tahan. Saya pun tidak bisa mengambil uang yang ada di rekening itu karena butuh tanda tangan pemilik rekening atau nomor pin ATM. Kalau mereka butuh uang, mereka boleh mengambilnya, dengan izin saya. Tentu saja setelah memberikan alasan yang bisa saya terima.

Order, memang tidak selalu bisa kontinyu. Apalagi bidang usaha anda di bidang IT. Agar anda selalu ada pekerjaan, anda harus mencari mitra atau berkenalan dengan sebanyak-banyaknya orang yang berusaha di bidang yang sama. Kalau anda sedang sepi order, anda bisa melakukan pekerjaan dari perusahaan lain. Sebaliknya, kalau anda sedang banjir order, anda bisa membagi pekerjaan kepada rekan-rekan atau mitra kerja anda.

Sekali lagi saya nyatakan bahwa modal bukan lah satu-satunya kendala. Banyak teman-teman saya memulai usaha dari nol. Bahkan dari berhutang. Kalau sekarang anda bekerja, itu adalah satu cara untuk menumpuk modal.

Saat ini anda merasa gagal. Usaha anda merugi. Tim anda bubar. Banyak orang juga mengalaminya. Ada yang langsung putus asa dan kemudian bunuh diri. Masalahnya, sekaligus hidupnya selesai. Ada yang masih mencoba berusaha, sampai berhasil. Dan pada akhirnya ia benar-benar berhasil. Saya berharap anda terus berusaha dan berusaha sampai berhasil. Ingat bung. Jalan menuju kemelaratan itu mudah. Anda tidak perlu melakukan apapun, maka anda akan mendapatkannya. Tapi jalan menuju kemakmuran itu sunggu-sungguh sulit. Bahkan sampai saat ini, hanya sedikit orang yang berhasil memperoleh kemakmuran. Pilihan ada pada anda, mau pilih kemakmuran atau kemelaratan?

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

 

 

 

 

Cari Modal untuk Pengembangan Usaha

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak Zainal yang saya hormati, semoga Allah senantiasa merahmati Bapak dan Keluarga Bapak. Amiin.

Saat ini usia saya memasuki 29 tahun. Saya sudah bekerja lama di sebuah perusahaan sebagai staf IT. Namun sudah setahun terakhir ini saya sudah tidak bekerja lagi sebagai karyawan di tempat tersebut. Karena saya pikir gaji saya tidak seberapa untuk ukuran hidup di kota besar, mungkin hanya cukup untuk diri sendiri. Sementara itu banyak orang di sekitar saya yang ingin sekali saya bantu/buat mereka bahagia, khususnya orang tua saya.

Karena itu saya pikir, cara yang jitu untuk keluar dari masalah ini adalah memiliki usaha sendiri. Sekarang saya sudah memiliki usaha sendiri. Saya membuka warnet + rental + service yang saya tekuni sejak saya mengundurkan diri dari perusahaan. Dan sekarang saya sedang mempersiapkan diri untuk membuka jasa setting/desain percetakan dan video editing. Namun itu semua tentu saja membutuhkan modal yang besar.

Sebenarnya dari usaha saya ini, omsetnya bisa mencapai Rp 6 juta/bulan, namun dipotong biaya operasional dan lain-lainnya + kebutuhan keluarga, ternyata penghasilan sebesar itu boleh dibilang pas-pasan bahkan terkadang kurang.

Pertanyaan saya:

1. Kira-kira langkah apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi persoalan ini?

2. Darimana saya bisa mendapatkan modal/ investor untuk mengembangkan usaha saya ini?

3. Sebenarnya saya punya saudara yang punya kemampuan membantu secara materi, tapi sepertinya beliau keberatan kalau saya punya usaha sebagaimana kebanyakan orang. Beliau menginginkan saya jadi pegawai/karyawan seperti dirinya. Katanya masa depannya lebih terjamin.

4. Warnet saya posisinya di pinggir jalan, tapi di dalam. saya ingin sekali bisa buka cabang di pinggir jalan raya, dengan target 20 komputer.

5. Sebagai catatan terakhir, saya memiliki kemampuan banyak dalam hal instalasi maupun menangani masalah jaringan (trouble shooting) komputer. Tapi untuk jasa ini saya tidak mematok tarif tertentu kepada teman atau siapapun, bahkan saya pernah tidak dibayar karena saya memang tidak minta. Apakah tindakan saya ini dianggap kurang baik dalam etika berbisnis? Kalau ya, sebaiknya saya harus bagaimana?

Mohon sarannya, Terima kasih.

Abidzar

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

1. Bung Abidzar. Omset sebesar Rp 6 juta per bulan bagi anda mungkin kecil. Apalagi kalau anda melihat orang lain yang punya penghasilan jauh lebih besar dari nilai itu. Saran saya, coba lihat orang-orang yang punya penghasilan jauh di bawah anda, misalnya para pemulung atau para pedagang asongan, yang untuk mendapatkan omset satu juta per bulan saja harus mengerahkan semua tenaga dan pikiran. Dengan melakukan itu, saya harap anda menjadi lebih bersyukur pada Sang Pemberi Rizki.

Selanjutnya, anda harus membuat daftar berbagai kegiatan yang harus anda biayai, misalnya untuk biaya operasional, gaji karyawan, transport sampai membiayai orang tua. Tentu saja, dengan jumlah biaya yang harus anda keluarkan. Setelah itu, anda harus membuat urut-urutan berbagai kegiatan itu, berdasarkan skala prioritas. Misalnya, prioritas utama membantu orang tua, maka kegiatan itu diberi nomor urut satu. Demikian juga untuk kegiatan lainnya. Dengan cara demikian, saya berharap, anda menggunakan dana yang anda miliki berdasarkan urutan prioritas, dari yang paling penting sampai yang sama sekali tidak penting.

Pada akhirnya, berapa pun dana yang ada pada anda, bisa digunakan dengan sebaik-baiknya, dan tepat guna. Kalau pada suatu saat, anda kekurangan dana untuk mencukupi kebutuhan yang sangat penting, maka anda harus mengurangi jumlah dana yang harus anda keluarkan. Misalnya, kalau biasanya biaya transport anda Rp 500.000,- per bulan, maka anda harus kurangi itu dengan cara mencari moda transportasi yang lebih murah.

2. Bung Abidzar. Investor akan tertarik untuk berinvestasi pada usaha anda kalau ia melihat pribadi anda bisa dipercaya dan ada potensi keuntungan di sana. Tanpa itu, walaupun anda janjikan emas segunung, sangat sulit untuk mendapatkan suntikan modal. Jadi, tugas utama anda sekarang adalah membangun kepercayaan, seperti ketika Rasulullah tercinta membangun citra diri beliau sebagai Al-Amiin. Selain itu, dari keuntungan yang sudah anda peroleh, paksakan untuk menyisihkannya untuk menambah modal. Berat memang, tetapi itu lah caranya kalau anda mau mandiri.

3. Menjadi karyawan atau wirausaha, adalah pilihan hidup. Anda sendirilah yang memutuskan mau jadi karyawan atau wirausaha, dan anda sendiri juga yang akan menjalani dan menikmati pilihan anda. Bagi saya pribadi, menjadi seorang wirausaha, memberikan pilihan hidup lebih banyak, dari menjadi orang paling miskin sampai menjadi orang paling kaya, karena penghasilan sebagai pengusaha berkisar dari nol sampai tidak terhingga, tanpa dibatasi jabatan atau kepangkatan. Sebagai karyawan, pilihan hidupnya tidak terlalu banyak. Apalagi kalau anda punya talenta yang biasa-biasa saja. Gaji anda, paling hanya naik 10 persen setahun, atau menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Jarang sekali ada karyawan yang bisa naik gaji sampai 400 persen dalam satu tahun. Lebih pasti dan terjamin? Mungkin ya, tapi bisa juga tidak. Yang pasti, setiap bulan anda pasti dapat gaji, tapi siapa bisa menjamin bahwa tahun depan anda tidak di-PHK?

4. Bung, setiap orang punya keinginan. Tapi hanya segelintir orang yang mau bertindak dan berusaha habis-habisan untuk memperoleh apa yang menjadi keinginannya. Di Guinness Book of New Records, ada rekor dunia yang sampai kini belum dipecahkan orang, yaitu rekor makan sepeda. Benar-benar sepeda. Anda tahu cara orang tersebut makan sepeda? Orang tersebut mempreteli semua onderdil sepeda, dan kemudian membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil seperti kelereng. Dan ’kelereng-kelereng’ itulah yang dimakannya sampai habis dalam waktu kurang dari 3 bulan. Filosofinya, anda bisa mewujudkan keinginan anda, dengan menabung sedikit demi sedikit. Walaupun saya tidak tahu pasti, berapa waktu yang anda butuhkan untuk mewujudkan keinginan itu, tapi saya yakin kalau anda mau menabung, anda bisa melakukannya.

5. Bung Abidzar. Adakalanya kita bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Tapi tentu tidak selamanya demikian. Terkadang kita pun mau melakukan sesuatu untuk membantu orang lain, tanpa ada kewajiban membayar. Saran saya, bersikaplah sebagai seorang profesional. Kalau ada seseorang meminta jasa anda untuk melakukan sesuatu, sebelum mulai bekerja anda harus menentukan, ini kerja atau amal. Kalau kerja, anda boleh psaang tarif, atau tarif itu diserahkan kepada pemakai jasa. Kalau amal, anda tidak perlu pasang tarif. Kalau diberi, anda boleh menolak. Dan, anda mau bekerja atau beramal, pilihannya ada pada anda. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan etika bisnis.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

 

Cara Negosiasi yang Baik untuk Mendapatkan Pelanggan

 

Selasa, 3 Okt 06 13:04 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum.

Alhamdulilah saya bersyukur karena saya menemukan situs yang dapat memberi ilmu pengetahuan bagi saya. Bapak Zainal yang terhormat, saya saat ini sedang magang di luar negeri, rencana saya pulang ke Indonesia ingin menjadi sales. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Bagaimana cara negosiasi yang baik untuk mendapatkan pelanggan?

2. Kiat-kiat apa saja supaya pelanggan lebih menginginkan produk saya?

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum,

Anri

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

1. Bung Anri. Saya tidak tahu persis produk yang ingin anda tawarkan kepada para calon pelanggan anda. Ini harus saya kemukakan mengingat perbedaan produk akan membuat perbedaan pada proses negosiasinya. Misalnya untuk produk-produk yang harganya murah (seperti air mineral, kue donat dan sebagainya) tentu saja berbeda teknik negosiasinya dengan produk yang harganya relatif mahal (rumah, polis asuransi atau kendaraaan bermotor).

Walaupun demikian, pada dasarnya, negosiasi merupakan bagian dari komunikasi. Pada teknik negosiasi, seorang penjual harus mampu beradaptasi dan mampu menyelami kondisi psikologis calon pembeli melalui komunikasi. Salah satu cara yang biasa dilakukan penjual untuk beradaptasi dengan calon pembelinya, adalah menyesuaikan pakaian.

Misalnya, seorang penjual sepeda motor Harley Davidson, harus mengenakan celanan jeans (mungkin yang penuh dengan sayatan di sana-sini) plus T-Shirt ala Harley ketika hendak menawarkan barang dagangannya, dengan asumsi para penggemar Harley suka berpakaian seperti itu. Dengan kata lain, sebagai penjual anda harus sesama mungkin dengan calon pembeli anda. Saya yakin, semakin banyak kesamaan antara penjual dengan calon pembeli, maka calon pembeli akan merasa nyaman dan kemudian memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan. Sebagai penjual, anda bisa membangun kesamaan dengan berkomunikasi dengan calon pembeli dalam hal hobi, asal daerah, sekolah, atau pekerjaan.

2. Biasanya, seseorang memutuskan untk membeli produk karena kebutuhan. Untuk itu, anda harus membangun kebutuhan dari calon pembeli terhadap produk yang anda tawarkan. Setelah kebutuhan sudah terbangun, maka anda harus menawarkan harga yang terjangkau kepada calon pembeli. Selain memberikan harga yang murah, anda juga bisa memanfaatkan beberapa jurus generik dalam menjual, yaitu memberikan diskon (potongan harga) atau memberikan hadiah. Secara umum manusia dikuasai oleh rasa ketakutan dan keserakahan. Untuk itu, ada baiknya apabila ketika anda menawarkan hadiah atau potongan harga, anda juga menentukan batas waktu penawaran anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Bagaimana Memulai Bisnis Ikan Lele?

 

Jumat, 29 Sep 06 11:20 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Ass.

Saya adalah mahasiswi semester terakhir suatu universitas negeri di Sumatera Selatan, saya merencanakan setelah saya selesai kuliah saya sudah mempunyai pengasilan sendiri. Waktu saya pulang, saya pergi ke pasar untuk membeli ikan lele dan ternyata setelah saya keliling-keliling, ikan yang saya cari itu tidak juga saya dapatkan. Kemudian saya tanyakan ke salah satu pedagang ikan, katanya, “Ikan lelenya emang jarang ada, di daerah ini belum ada tambaknya.”

Dari situlah, saya mempunyai keinginan untuk membuat tambak ikan lele di tanah kosong dekat rumah saya. Yang menjadi masalahnya, saya belum banyak pengalaman tentang budidaya ikan tersebut. Yang ingin saya tanyakan, apakah bisnis ini cocok untuk dikembangkan di daerah saya? Apakah orang awam seperti saya bisa membudi daya ikan lele, bagaimana saya harus memulainya? Saya binggung mencari bibitnya ke mana?

Terima kasih.

Wss,

Desi Afrianti
nafazoh_d12 at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Desi. Anda tertarik untuk beternak lele untuk memenuhi kebutuhan lokal. Tetapi ketika anda hendak mewujudkan keinginan itu, anda menjumpai berbagai masalah. Dan memang itulah kehidupan. Kita secara tidak langsung memang diminta Allah untuk menyelesaikan masalah. Dan saya yakin, ketika satu masalah sudah berhasil anda selesaikan, maka anda akan berjumpa dengan masalah yang lainnya.

Masalah anda, belum pengalaman. Mungkin benar anda belum berpengalaman, tapi anda bisa jadi orang yang berpengalaman kalau anda mau belajar dan mempraktekkan ilmu yang sudah anda pelajari. Sebagai ilustrasi, anda lahir tanpa dibekali keterampilan apapun. Bisanya hanya menangis. Tapi, apakah anda masih menyelesaikan segala permasalahan hanya dengan menangis? Saya yakin tidak. Kini anda bisa berjalan dan bahkan berlari. Bisa menulis, membaca dan berhitung. Dan semua itu bisa anda peroleh karena anda belajar dan mempraktekkannya secara berulang. Anda tidak akan punya pengalaman dalam budidaya lele kalau anda bertapa selama berbulan-bulan. Jadi, kalau anda mau punya pengalaman dalam budidaya lele, maka tidak ada jalan lain kecuali anda belajar.

Mbak Desi. Bagi saya, siapa saja bisa jadi orang nomor satu di bidang apapun, kalau ia mau belajar. Kalau saat ini anda masih awam, itu karena anda belum pernah belajar. Dan, kondisi itu pernah dialami oleh banyak peternak lele yang sukses. Semua peternak lele yang sukses, mendapatkan ilmu lewat belajar, bukan lewat wangsit. Seorang pemain sirkus, pada awalnya juga tidak tahu apa-apa soal sirkus. Tapi karena ia mau belajar dan praktek, maka ia bisa jago bermain sirkus.

Bagaimana anda tahu, lele cocok diternakkan di tempat anda? Ada banyak cara. Yang pertama, anda harus mencoba. Setelah anda menguasai ilmu soal lele, anda harus mencobanya. Saya yakin, anda tidak langsung berhasil. Tapi, kalau anda terus melakukannya secara berulang, dengan terus melakukan perbaikan, saya yakin suatu saat anda bisa berhasil. Cara lain, biarkan saja orang lain yang mencobanya. Tugas anda, cukup melihat saja, sampai orang tersebut berhenti mencoba.

Tentu saja hasil dari kedua cara itu berbeda. Cara pertama, kalau berhasil anda akan menikmati hasil percobaan anda. Cara kedua, kalau berhasil, akan membuat anda gigit jari melihat keberhasilan orang lain.
Soal bibit, saya pikir bukan masalah yang sulit. Anda bisa mendatangkannya dari luar Sumatera Selatan. Mungkin perlu biaya. Tapi, itu adalah konsekuensi yang harus anda terima.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Zainal Abidin

 

Mencoba Berbagai Usaha tapi Selalu Mengalami Kegagalan

 

Rabu, 27 Sep 06 09:59 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum Wr, Wb.

Perkenalkan, saya berasal dari Medan, Sumatera Utara, saya baru saja menemukan situs ini, dan sepertinya saya ingin mengajukan pertanyaan. Saya berulangkali mencoba berbagai usaha, mulai tahun 2000 hingga saat ini, namun berulangkali pula saya mengalami kegagalan, dengan berbagai permasalahan. Hingga saat dan sekitar lima bulan yang lalu saya kembali pailit atas usaha saya.

Perlu saya informasikan selam ini saya berusaha di bidang jasa komputer. Beberapa teman yang berusaha di bidang komputer juga banyak yang gulung tikar, dan saat ini banyak di antara teman-teman saya mencoba beralih usaha. Menurut Mas Zainal Abidin apakah perlu saya coba beralih usaha?

Terkadang saya merasa bosan dan lelah untuk meraih satu anak tangga begitu sulit rasanya. Saat ini saya benar-banar merasa putus asa. Mungkin Mas Zainal ada sedikit masukan buat saya.

Sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr, wb.

Denny Ivada
denny_ivada at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Selamat bung Denny. Kalau anda berani melanjutkan usaha walaupun sudah gagal berkali-kali, maka sebenarnya anda sudah berada pada jalur yang benar. Tidak ada seorang pun yang tahu, kapan anda mencapai sukses yang anda ingnkan. Tapi jika anda terus mencoba (dengan melakukan cara-cara yang berbeda), suatu saat anda akan mencapai sukses.

Saran saya, anda boleh gagal. Tapi janganlah kegagalan itu menyurutkan langkah anda. Tetaplah menekuni satu bidang usaha, dan jangan sekali-sekali melirik bidang usaha lain. Tetaplah di bidang anda, sampai anda berhasil dalam usaha tersebut.

Anda berusaha di bidang komputer. Begitu juga dengan teman-teman anda. Banyak teman-teman anda gulung tikar, dan itu menjadi acuan anda untuk pindah dari bidang itu. Bung Denny. Hati-hati dengan statistik. Kalau teman-teman anda gagal dalam usaha komputer, jangan mencari pembenaran bahwa usaha komputer anda pun akan gagal. Saya yakin, di antara kawan-kawan anda yang mengelola usaha komputer, ada juga yang berhasil dan usahanya berkembang. Justru mereka yang berhasil lah yang harus anda ikuti. Bukan mereka yang gagal.

Bung Denny. Manusia hidup di dunia ini, hanya diberi dua jalan. Satu jalan untuk gagal, yang harganya murah. Kalau diibaratkan sebuah jalan, maka jalurnya adalah jalan lurus. Tanpa kelokan tajam. Tanpa jalan berbatu. Tanpa jalan menanjak. Untuk sampai ke sana, anda tidak perlu membayar apa-apa. Anda tidak perlu mengerjakan apapun. Jalani saja hidup ini apa adanya, maka akhir hidup anda akan sampai pada kegagalan. Jalan yang lain, adalah jalan unuk sukses. Berbeda dengan jalan untuk gagal, jalan ini penuh dengan jalan mendaki, berbatu dan penuh kelokan tajam. Seringkali untuk sampai ke sana, anda harus mengorbankan apapun yang anda miliki.

Bung Denny. Jarang sekali orang yang mau menempuh jalan untuk sukses. Mungkin sebagian besar memiliki perasaan seperti anda. Rasa bosan dan cepat lelah adalah perasaan-perasaan yang seringkali muncul ketika seseorang berusaha untuk menapaki jalan menuju sukses. Itu sebabnya, di dunia ini lebih banyak orang yang gagal daripada yang berhasil.

Bung Denny. Seperti orang-orang lain, anda pun diminta untuk memilih, jalan mana yang ingin anda tempuh dalam hidup ini. Tidak ada seorang pun yang melarang anda dalam memilih. Toh jalan-jalan itu, cuma anda yang merasakan enak dan tidak enaknya. Yang pasti, jalan menuju gagal, anda bisa merasakan enak lebih dahulu, tetapi akhirnya adalah rasa tidak enak berkepanjangan. Tapi jalan menuju sukses, pada awalnya akan terasa tidak enak. Tapi percaya lah bahwa pada akhirnya, anda akan merasakan enaknya sukses.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Zainal Abidin

Kiat Memulai Usaha Baru

 

Kamis, 21 Sep 06 11:39 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Afwan pak, ana mau tanya? Ana kuliah di Jurusan Farmasi, tapi ana gak pengen menggantungkan/hanya berfokus untuk kerja pada bidang itu. Ana punya harapan untuk memulai usaha berdagang pakaian atau membuka sebuah butik muslimah, tapi kendalanya ana belum tahu seluk beluk dan bagaimana cara untuk membuka usaha baru. Oleh karena itu, ana berharap bisa mendapatkan kiat, tips atau apa saja untuk memulai usaha baru itu.

Jazakallah sebelumnnya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

De_@nt08

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak De. Kalau anda tidak punya rasa tertarik lagi dengan bidang Farmasi, saran saya lebih baik anda hentikan kuliah anda, dan fokuskan seluruh perhatian pada satu bidang yang anda minati, yaitu membuka butik muslimah. Mengapa? Karena satiap manusia dilahirkan ke dunia hanya untuk melaksanakan satu misi hidupnya, bukan untuk melakukan segala-galanya. Jadi, tetapkan satu misi hidup anda, dan berjuanglah sekuat tenaga untuk mewujudkannya.

Saat ini, tentu anda belum tahu sama sekali tentang dunia bisnis butik muslimah. Tapi ada dua cara yang bisa membuat anda menjadi paham 100 persen tentang bisnis itu, yaitu belajar dan praktek. Anda lahir tanpa bisa berjalan, tapi karena anda mau belajar dan mempraktekkan, maka saat ini anda bisa berjalan, bahkan berlari. Waktu usia balita, anda juga tidak bisa menulis dan membaca, tetapi para guru anda memberikan pelajaran-pelajaran itu pada anda, dan anda berkenan mempraktekkan apa yang diajarkan sehingga saat ini anda sudah lancar membaca dan menulis.

Jadi, kalau anda mau paham seluk beluk bisnis butik muslimah, silahkan belajar dari para pebisnis yang sudah maju terlebih dahulu. Tentu saja ada taktik dan strategi, sehingga anda bisa belajar tanpa dicurigai hendak mencuri ilmu. Anda bisa belajar dengan cara bekerja di butik muslimah yang sudah besar. Anda juga bisa mengamati cara kerja mereka. Selanjutnya, kalau anda sudah pahak seluk-beluknya, anda bisa mulai praktek. Anda buka usaha serupa, dengan skala yang lebih kecil. Kalau sesekali bertemu dengan kendala, jangan berhenti pada masalah. Setiap masalah pasti ada solusinya. Jadi, setiap kali ada masalah, carilah solusinya.

Mungkin anda bertanya, dari mana modalnya? Ya tentu saja modalnya anda cari sendiri. Kalau anda bekerja, anda bisa menabung sedikit demi sedikit dari gaji yang anda terima. Kalau anda punya sepeda motor, anda harus siap menjual sepeda motor itu. Artinya, kalau anda punya keinginan yang hendak anda wujudkan, maka anda harus siap berkorban. Mungkin ada harta anda yang dikorbankan. Mungkin waktu, atau juga tenaga anda. Sepanjang apa yang anda lakukan tidak bertentangan dengan syariat yang anda yakini, korbankan lah. Ingat, tanpa pengorbanan, anda tidak akan jadi apa-apa.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Ingin Mulai Usaha tapi Masih Ragu-Ragu

 

Jumat, 15 Sep 06 14:16 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum wr. wb.

Bapak, saya ingin mulai usaha kecil-kecilan seperti usaha jualan segala jenis lampu tapi saya masih ragu terutama masalah modal, tempat dan pengalaman. Saya ini termasuk pemula dalam bidang usaha. Yang saya ingin tanyakan bagaimana saya harus memulainya, di mana tempatnya serta di mana saya harus belanja dengan harga yang murah supaya bisa bersaing? Kebetulan rumah saya di Mojokerto dan saya ingin belanja di Surabaya, di mana lokasinya? Bagaimana kalau modal saya tidak kembali? Itu yang menjadi ganjalan di hati saya.

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Hari. Manusia adalah makhluk kebiasaan, yang biasanya hanya bersedia melakukan apa-apa yang biasa dilakukannya. Kalau saat ini anda menulis dengan tangan kanan, itu karena anda sudah terbiasa melakukannya. Kalau tiba-tiba terjadi sesuatu sehingga tangan kanan anda tidak bisa digunakan, maka akan sangat sulit sekali apabila anda ingin menggunakan tangan kiri untuk menulis. Jadi, kalau anda adalah seorang pemula dalam bisnis, dan anda merasa ragu-ragu, itu adalah hal yang umum terjadi. Perlu keberanian ekstra bagi anda untuk keluar dari kebiasaan lama dan memulai kebiasaan baru.

Kalau anda mau memulai bisnis, mulailah melakukan kebiasaan-kebiasaan baru yang berkaitan dengan dunia bisnis, termasuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bisnis yang ingin anda tekuni. Anda bisa mendatangi beberapa toko lampu di kota anda hanya sekedar bertanya-tanya sambil merasakan atmosfir bisnisnya. Mohon diingat, bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang sangat berat. Tidak bisa berhasil dalam sekejap. Anda perlu cukup waktu untuk bisa masuk dan merasakan nikmatnya bisnis.

Untuk belanja lampu-lampu dengan harga termurah di daerah Jawa Timur, terus-terang saya tidak tahu persis. Kalau di Jakarta, anda bisa berbelanja di pasar Kenari. Sekalipun saat ini anda sama sekali tidak punya pengalaman, kalau keinginan anda sangat kuat, anda akan mencari jalan untuk memperolehnya. Bahkan anda harus bersedia membeli informasi, bertanya pada orang yang tepat dan terus-menerus berusaha. Kalau anda berhenti sebelum mendapatkannya, bisa diartikan bahwa keinginan anda belum benar-benar kuat.

Bagaimana kalau modal anda tidak kembali? Tentu saja banyak pilihan. Anda bisa menangis berhari-hari menyesali kaburnya modal anda (hal ini saya lakukan ketika bisnis saya gagal dahulu). Bisa juga anda mengambilnya sebagai pelajaran berharga, sehingga anda perlu mencari berbagai penyebab kegagalan usaha tersebut, sampai akhirnya anda bangkit dan berusaha kembali. Sepengetahuan saya, sampai saat ini hanya ada satu cara untuk menghindari modal tidak kembali, yaitu TIDAK BERINVESTASI.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

 

Cara Meningkatkan Kualitas Manajemen

 

Kamis, 7 Sep 06 13:29 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum Pa Zainal, semoga Allah memberikan rahmat dan kesehatan kepada Bapak.

Langsung saja bapak Zainal. Saya mempunyai usaha dalam bidang setting & design dan percetakan. Saya ingin menanyakan bagaimana caranya menjadikan manajemen keluarga menjadi manajemen perusahaan yang bagus? Selain dengan cara kursus manajemen di salah satu lembaga kursus Jakarta per modulnya saja sampai 3 jutaan, sedangkan kami belum mampu.

Salah satu masalah yang kami alami selalu berputar dengan masalah SDM saja. Contoh, etika kami buat tenaga marketing atau ketika saya buat tenaga design/setting, setelah 1 atau 1,5 tahun dia buka usaha sejenis dekat saya dan membawa customer kita. Dia langsung buka usaha sejenis membawa customer kita dan begitu seterusnya. Sepertinya hal itu berulang. Bagaimana cara saya mengatasinya. Demikian dari saya.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Wawan

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Wawan. Sebenarnya, urusan manajemen adalah urusan yang tidak terlalu rumit. Orang-orang yang mengaku ilmuwan sajalah yang membuat manajemen menjadi rumit dan seolah-oleh jadi sulit dipelajari. Mereka membuat aneka macam teori, berdasarkan pengalaman begitu banyak orang, dituangkan dalam bentuk grafik atau bahasa yang agak ilmiah sehingga sulit dipahami oleh orang awam. Buat saya, urusan manajemen tidaklah serumit itu mengingat manajemen sebenarnya adalah urusan pengaturan sumber daya. Jadi, kalau anda mau mengatur, maka anda harus paham, apa saja sumber daya yang anda miliki.

Saya tidak ingin mengajari anda melakukan hal-hal yang dilarang agama, tetapi sekedar contoh mudahnya, mungkin adalah kejadian-kejadian ketika kita masih kecil dulu, seperti manajemen anak-anak mencuri mangga tetangga. Jadi, rencana itu harus dipahami oleh semua anak yang akan ikut dilibatkan. Kalau jumlah anaknya ada 5, maka harus ada pembagian tugas berdasarkan kemampuan masing-masing. Misalnya, satu orang bertugas mengintai, kapan tetangga itu tidak ada di rumah. Kemudian, pada hari H, dua orang, bertugas menunggu di kedua ujung jalan. Kalau pemilik pohon mangga datang, ia harus berteriak sehingga pelaksana tidak tertangkap. Satu orang bertugas sebagai pelaksana. Satu orang sisanya, bertugas pasca pelaksanaan tugas. Jadi, ke lima anak punya tugas masing-masing.

Biasanya, kalau pembagian hasilnya dirasa adil untuk semua orang yang terlibat, maka apabila ada rencana operasi lagi, maka semuanya juga akan ikut kembali. Tapi kalau pembagian hasilnya tidak adil (misalnya orang yang bertugas pasca pelaksanaan mendapat bagian paling banyak, sedangkan pelaksana mendapat bagian paling sedikit, maka saya yakin pelaksana kegiatan tidak mau diajak lagi. Demikian juga dengan usaha anda. Bisa jadi, pembagian hasil untuk karyawan anda (baca: gaji), kurang memuaskannya sehingga ia memilih untuk mandiri. Jadi, saya ada beberapa saran untuk anda:

1. Berikan gaji yang memuaskan kepada karyawan anda.
2. Jangan izinkan karyawan anda mengadakan kontak langsung dengan pelanggan anda.
3. Jangan buka semua rahasia bisnis anda pada karyawan anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Zainal Abidin

 

Bagaimana Cara Menentukan Usaha

 

Rabu, 30 Agu 06 11:54 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam kenal dari saya Bapak Zainal Abidin, semoga Allah merahmati kita semua. Langsung saja dengan pertanyaan. Saya mempunyai modal usaha berupa uang cash yang saya dapat dari warisan orang tua saya. Karena saya punya pemikiran bahwa warisan adalah amanah, maka saya harus menggunakan dengan sebaik mungkin. Hanya saja saya sendiri bingung untuk usaha apa uang tersebut.

Sekedar Bapak Zainal tahu, saya pernah sekolah di bidang arsitektur dan saya juga sangat menyenangi tanaman hias khususnya anggrek dan terung susu. Tapi sekarang saya bekerja sebagai tenaga kontrak di suatu instansi yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikan dan hobby saya.

Yang saya tanyakan bagaimana caranya untuk memulai dari beberapa pilihan di atas?

Atas perhatian, waktu, dan pikiran Bapak Zainal Abidin saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Roel

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Roel. Dari sekian bidang yang saat ini sedang atau akan anda tekuni, pilihlah satu bidang yang benar-benar anda sukai. Yakinilah bahwa, pilihan anda adalah misi hidup anda. Manusia diciptakan Allah bukan untuk melakukan segalanya. Manusia dilahirkan hanya untuk melakukan sesuatu, yang menjadi misi hidupnya. Cukup dengan melakukan sesuatu itu dengan tekun dan konsisten, ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Sebagai contoh ekstrim, adalah apa yang sudah dilakukan oleh Prof. Teuku Jacob, ahli arkeologi terkemuka di Indonesia. Bagi sebagian besar orang, arkeologi bukanlah ilmu yang menarik. Bahkan profesi sebagai arkeolog bukanlah profesi yang menjanjikan secara materi. Tapi, ketekunannya dalam menekuni profesi yang dianggap banyak orang sebagai profesi nomor limabelas menempatkan beliau pada jajaran arkeolog kelas dunia. Pendapat-pendapatnya diakui di dunia arkeologi. Dan secara ekonomi, bisa dikatakan bahwa beliau tidak kekurangan. Artinya, dari suatu profesi yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang, toh bisa juga menghasilkan materi yang tidak sedikit jika dilakukan dengan ketekunan dan keuletan.

Lalu bagaimana memilihnya? Ikuti kata hati anda. Shalat istikharah, dan minta lah petunjuk dari yang kuasa. Terakhir, ketika pilihan sudah anda jatuhkan, bertanggung-jawablah. Lakukan dan tekuni pilihan anda dengan sepenuh hati. Apapun yang anda pilih, bukan lah jalan lurus yang mulus. Jalan itu pasti lah penuh kelokanpkelokan tajam, jalan yang rusak dan bisa jadi sering menanjak. Tapi percaya lah. Di ujung perjalanan, anda akan dapatkan apa yang anda ingikan.

Masalahnya hanya satu, yaitu kita tidak tahu, kapan kita sampai pada ujung perjalanan itu. Anda harus ingat, bahwa kalau langkah sudah diayunkan, maka tujuan anda akan semakin dekat. Tanpa ada ayunan langkah pertama, anda tidak akan sampai pada jarak 1.000 mil.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Usaha yang Ideal bagi Pemula

 

Selasa, 1 Agu 06 16:04 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu alaikum warahmatullahi wabaraatuh.

Bersama teman-teman saya, kami mengelola badan BMT (Baitul Maal wat Tamwiil). Salah satu kegiatan yang kami lakukan untuk meningkatkan modal BMT ini kami ingin melakukan kegiatan usaha bisnis, mohon petunjuknya usaha apa yang cocok buat kami. Kami semua masih sementara kuliah, dan bukan pada jurusan bisnis. Mohon petujuknya.

Wassalamu’alaikum,

Dukomalamo

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Duko. Sepengetahuan saya, sumber dana yang dimiliki oleh sebuah BMT berasal dari para nasabah, yang mempercayakan dananya kepada lembaga (BMT). Salah satu cara memperoleh keuntungan bagi BMT memang melakukan bisnis, tetapi jika bisnis yang dimaksud di sini adalah bisnis riil yang dilakukan oleh para pengelola BMT, terus terang saya tidak setuju. Secara pribadi, saya akan menarik dana saya di BMT apabila BMT yang bersangkutan melakukan bisnis riil, misalnya membuka warung bakso, berjualan mie goreng, membuka bengkel dan sebagainya.

Sebagai BMT, tugas anda mungkin lebih pada mediasi antara dunia usaha dengan para pemodal. Artinya, para nasabah yang mempercayakan dananya pada BMT disebut sebagai pemodal. BMT sebagai mediator, yang bertugas menyalurkan dana yang dikelolanya kepada para pengusaha yang membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar modalnya.

Bung Duko. Pengalaman teman-teman di BMT Mandiri Abis (BMT ini dikelola oleh teman-teman alumni Institut Kemandirian), dana BMT dipinjamkan kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional, yang selama ini meminjam dana di bank gelap dengan pola seperti rentenir. Mereka diharuskan membayar Rp 1,2 juta untuk pinjaman sebesar Rp 1 juta dalam waktu 40 hari. Jadi, ekivalen bunga, 20 persen selama 40 hari. Hebatnya, hanya sedikit pedagang yang tidak mampu membayarnya.

Kesimpulan kami, usaha yang mereka jalankan memiliki tingkat keuntungan yang sangat-sangat tinggi. Akhirnya, dengan dana yang dimiliki, BMT ini secara perlahan mulai masuk ke pedagang-pedagang korban bank gelap ini, dengan skema pinjaman yang lebih lunak dan saling menguntungkan kedua pihak. Hinga kini, hampir seluruh nasabah peminjam dana, mengembalikan dana yang dipinjamnya sesuai jadwal.

Terakhir, saya berharap anda semua (para pengelola BMT) berkonsentrasi peniuh dalam mengelola bisnis anda. Jangan letakkan fokus anda pada kuliah. Fokus lah pada BMT anda, karena di sana masa depan anda semua. Bisnis anda, harus anda tekuni seumur hidup, tetapi tidak ada seorang pun yang ingin kuliah seumur hidup. Jadi, jangan korbankan bisnis anda dengan sesuatu yang sementara seperti kuliah.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

 

Mencari Investor

 

Senin, 31 Jul 06 12:54 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum,

Saya ingin menanyakan bagaimanakah cara mencari investor? Saya sedang memulai usaha daur ulang plastik, namun saya kekurangan modal untuk menjalankan usaha saya. Sebagai gambaran saya sudah memilki pemasaran yang tetap yang tiap bulannya mau menampung 30 ton hasil daur ulang dan memilki sumber bahan baku. Saya berharap dapat membantu saya untuk mencarikan investor, karena di daerah saya belum ada usaha sejenis ini. Terima kasih.

Teguh Nugroho
adik12 at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Teguh. Mohon maaf. Saya bukan orang yang mudah percaya hanya dengan sekedar data atau pemaparan seseorang. Jadi, saya lebih percaya bukti. Dan, hampir semua investor, selalu lebih percaya pada bukti, bukan sekedar janji.

Bung Teguh. Investor akan mencari-cari anda, apabila anda mampu memberikan hasil yang lebih besar daripada dana yang mereka setorkan. Jadi, anda harus memberikan keuntungan riil kepadanya.

Dalam surat anda menyebutkan bahwa anda baru memulai usaha daur ulang plastik. Di bagian lain, anda menyebutkan bahwa anda sudah memiliki sumber bahan baku serta penampung hasil produksi anda yang sanggup membeli 30 ton. Jika kedua informasi ini benar, saya katakan anda orang beruntung. Baru mulai usaha, sudah ada yang berkomitmen untuk membeli dalam jumlah besar.

Di samping itu, saya sarankan juga agar anda berhati-hati. Beberapa teman pernah mengalami kerugian akibat hal-hal seperti ini. Seseorang menawarinya untuk memproduksi suatu produk dalam jumlah besar dengan janji akan membelinya. Setelah produk dibuat, orang tersebut ternyata hanya bersedia membeli produk tersebut dengan harga yang lebih murah. Akibatnya, kawan-kawan itu mengalami kerugian. Saya tidak ingin berprasangka buruk, tetapi bertindak waspada adalah suatu kewajiban. Saran saya pada anda, mintalah bukti komitmen pembelian itu dalam bentuk tertulis, termasuk tingkat harga dan jumlah pembelian.

Saya yakin, dengan bekal bukti tertulis itu, ditambah dengan analisis usaha (modal yang dibutuhkan untuk pembelian bahan baku ditambah biaya produksi lainnya), akan ada investor yang berminat. Jika anda berkenan, kirimkan satu dokumen pada kami, untuk kami analisis. Kalau menguntungkan, bukan tidak mungkin kalau kami lah yang akan menjadi investor bagi anda.

Bung Teguh. Salah satu jebakan bisnis yang lain adalah keinginan untuk cepat besar. Di sisi lain, faktor pendukungnya belum kuat untuk menunjang keinginan itu. Dalam hal ini, faktor modal dan kapasitas produksi yang ada pada usaha anda, saya nilai belum memadai. Salah satu jalan yang anda tempuh, adalah mencari dukungan investor. Bukan pilihan buruk, tetapi bisa jadi tidak benar. Saya sarankan agar anda menjalankan saja usaha itu dengan kemampuan anda sendiri. Gunakan sebagian hasil usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup anda. Gunakan sisanya untuk memperbesar modal usaha, serta memperluas jejaring bisnis. Belajarlah dari pohon bambu Cina. Dalam waktu 3 – 4 tahun, ia hanya tumbuh tidak lebih dari 50 cm. Dalam waktu sepanjang itu, ia hanya menggunakannya untuk menguatkan akar. Akarnya menyebar kemana-mana. Setelah berumur 4 tahun, ia hanya butuh waktu satu tahun lagi untuk mampu tumbuh setinggi 8 – 10 meter.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Bisnis yang Cocok setelah Berhenti Bekerja?

 

Senin, 31 Jul 06 12:48 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Pak, saya ingin bertanya, saya seorang adm di sebuah perusahaan swasta yang kerja 8 jam penuh, karena saya punya rumah tangga. Usaha apa yang cocok setelah saya ingin berhenti bekerja, ya?

Terima kasih atas jawabanya.

Yulia

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Yulia. Di sektor informal, ada banyak pekerjaan yang bisa anda lakukan dan menghasilkan uang. Berbeda dengan bekerja di sektor formal, di sektor informal, waktu kerja anda bisa anda atur sendiri sesuai keinginan anda. Dan bagi saya pribadi, semua orang cocok melakukan pekerjaan apa saja, asalkan ia bersedia mencoba dan mencoba sampai ia suka.

Mbak Yulia. Manusia adalah makhluk kebiasaan, dan hanya bersedia melakukan hal-hal yang biasa dilakukannya. Misalnya anda, yang sudah bertahun-tahun bekerja sebagai tenaga administrasi, tentu akan sulit menerima jika anda diminta untuk menjadi pedagang asongan atau menjadi badut sirkus. Mengapa? Karena anda tidak terbiasa melakukannya. Padahal, salah satu cara yang bisa dilakukan seseorang aga ia bisa membiasakan diri melakukan sesuatu, adalah memaksa. Anda boleh setuju atau tidak, banyak kebiasaan, justru dimulai dari pemaksaan, atau keterpaksaan. Ketika kecil, secara naluriah saya biasa menggunakan tangan kiri saya untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menulis atau makan. Tapi ketika itu, ayah dan ibu saya selalu menyiapkan sebatang tongkat yang siap dipukulkan ke tangan saya, apabila saya menggunakan tangan kiri saya untuk aktivitas tertentu. Pada awalnya, saya merasa terpaksa menulis atau makan dengan tangan kanan, tetapi sekarang, menggunakan tangan kanan untuk menulis dan makan adalah hal yang biasa. Saya justru merasa kesulitan menulis atau makan dengan tangan kiri, ketika tangan kanan saya terpaksa tidak bisa digunakan karena sakit.

Mbak Yulia. Saran saya, beranikan diri anda melakukan hal-hal di luar kebiasaan anda. Kalau perlu, paksa diri anda untuk melakukannya, sampai anda merasa bisa menikmati pekerjaan itu. Memang butuh waktu, tapi kalau saja anda bersedia melakukannya sepenuh hati, tidak perlu waktu lama. Kalau anda mau, anda pasti bisa. Jadi yang penting, anda mau berubah. Dan Allah hanya akan mengubah nasib anda, jika anda sendiri mau mengubahnya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Menghadapi Sukses yang Tertunda

 

Jumat, 28 Jul 06 10:49 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum,

Saat ini saya sedang menjalankan usaha menjual makanan dan minuman kurang lebih 5 bulan. Dari bulan ke bulan usaha saya kian menurun. Bahkan akhir-akhir ini saya terpaksa berhutang karena hasil usaha masih belum bisa menutupi biaya operasional. Namun saya sendiri masih tetap optimis dan tegar menghadapi keadaan yang menurut saya cukup sulit dan menantang ini. Tetapi saya tetap membutuhkan suplemen dari Bapak yang lebih berpengalaman, tentang tips-tips bagaimana sebaiknya kita menghadapi sukses yang belum datang.

Wassalam,

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Arif. Saya ingin mendongeng untuk anda. Mudah-mudahan anda bisa mengambil manfaat dari cerita saya.

Di sebuah desa, ada seorang penebang kayu, yang dibayar Rp 30.000,- per hari oleh seorang pengusaha, untuk jasanya menebang kayu. Setelah beberapa bulan bekerja, pengusaha merasa telah membayar penebang kayu tersebut dengan harga yang semakin mahal, tetapi hasil tebangan kayunya semakin menurun jumlahnya. Dengan negosiasi yang alot akhirnya penebang kayu itu menerima penurunan upahnya menjadi Rp 20.000,- Waktu berselang enam bulan, pengusaha tersebut berkembang usahanya, sehingga ia perlu menambah satu orang penebang kayu lagi. Sama dengan penebang kayu yang pertama, penebang kayu kedua juga dibayar Rp 20.000,- per hari. Setelah satu bulan, pengusaha tersebut menaikkan upah harian penebang kayu kedua, tetapi tidak menaikkan upah penebang kayu yang pertama. Tentu saja penebang kayu yang pertama protes. Bagaimana mungkin seorang pekerja yang baru satu bulan upahnya sudah dinaikkan, tetapi pekerja yang sudah bekerja tujuh bulan, gajinya tidak dinaikkan bahkan diturunkan.

Ternyata pengusaha itu mempunyai alasan yang cukup kuat. Penebang kayu yang kedua, mampu mempertahankan produktivitasnya. Setiap hari, ia mampu menebang kayu yang jumlahnya relatif sama setiap hari. Lain halnya dengan penebang kayu yang pertama. Sejak awal ia bekerja, sampai masa kerjanya tujuh bulan, hasil tebangan kayunya semakin menurun dari hari ke hari.

Penebang kayu yang pertama tidak percaya dengan data yang diberikan oleh si pengusaha. Untuk itu, ia minta hasil tebangan masing-masing dikumpulkan pada lokasi yang berbeda, sehingga ia bisa melihat dan membuktikan bahwa hasil tebangan penebang kayu yang pertama memang lebih banyak jumlahnya daripada hasil tebangannya.
Pengusaha setuju dengan permintaan penebang kayu yang pertama. Ia memberi waktu satu minggu bagi penebang kayu yang pertama untuk melakukan apa yang dimintanya. Setelah satu minggu, akhirnya si penebang kayu yang pertama bisa membuktikan bahwa hasil tebangan penebang kayu yang kedua lebih banyak daripada hasil tebangannya sendiri.

Selanjutnya, pengusaha menyarankan agar penebang kayu pertama belajar dan menanyakan resep sukses penebang kayu kedua dalam mempertahankan produktivitasnya. Saran itu diikuti oleh penebang kayu. Datanglah ia kepada penebang kayu kedua. Ia bertanya banyak hal. Ia melihat bagaimana penebang kayu kedua. Satu hal yang menurutnya bisa menjaga konsistensi produksi penebang kedua, adalah bahwa dalam waktu satu hari, penebang kayu kedua mengambil waktu istirahat dua kali, yaitu pada tengah hari dan ketika sore hari. Sebenarnya ia juga beristirahat pada waktu yang sama, tetapi apa yang dilakukan pada saat istirahat itu, benar-benar berbeda. Penebang kayu pertama, ketika beristirahat memang benar-benar beristirahat, makan dan minum. Tetapi penebang kayu kedua, selain makan, minum dan istirahat, ia juga mengasah kapaknya. Dan mengasah kapak, adalah bagian esensial yang menyebabkan penebang kayu kedua mampu mempertahankan produktivitasnya.

Bung Arif. Dunia ini selalu berubah. Setiap hari selalu saja keluar penemuan-penemuan baru, cara-cara baru, dan mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan perubahan itu. Pengalaman kami selama ini menunjukkan bahwa bukan yang terkuat yang bisa bertahan hidup, bukan yang terbesar ataupun yang terbuas. Makhluk yang mampu bertahan hidup adalah makhluk yang mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya.

Itulah sebabnya, satu hal yang saya sarankan pada anda adalah, asah kapak anda. Lakukan sesuatu yang berbeda dalam cara anda menjual, sehingga hasil yang anda peroleh pun akan berbeda. Coba identifikasi apa yang sudah anda lakukan, dan analisis hasilnya. Setelah itu, lakukan perubahan pada satu atau dua hal dari cara yang anda lakukan, kemudian analisis kembali hasilnya. Kalau hasilnya lebih buruk, ubah lagi caranya. Kalau hasilnya baik, lakukan terus perubahan ke arah yang lebih baik, sampai tujuan anda tercapai.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

 

 

Tidak Istiqomah dalam Usaha, Manajemen Waktu Amburadul, dan Banyak Hutang

 

Kamis, 27 Jul 06 12:12 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum Pa Zainal,

Saya punya banyak sekali ide untuk berbagai jenis usaha, bahkan beberapa di antaranya saya pikir tidak memerlukan modal yang besar dan hasilnya saya optimis. Apalagi jika saya mengetahui hal-hal baru atau inovasi baru yang orang lain lakukan dalam usaha mereka, dan kalau saya melihat peluang yang bagus dari contoh keberhasilan mereka, saya akan mulai membuat berbagai macam rencana bisnis. Saya menyukai merasakan bahwa di sini ada peluang dan saya bisa melakukannya.

Saat ini saya bekerja di suatu perusahaan. Tapi itu bukan impian saya. Saya ingin punya usaha sendiri yang bermanfaat. Saya punya kendala dan keadaan yang sangat mengganggu saya. Yang pertama, saya tidak istiqomah dalam usaha saya, saya mudah menyerah dan gampang menyukai hal-hal baru, yang ini belum selesai, udah datang ide lain yang menggoda, sehingga usaha saya tidak ada yang langgeng. Yang kedua, manajemen waktu saya amburadul, saya tidak bisa memanajemen waktu saya untuk bekerja dan usaha. Udah saya coba melakukannya dengan berbagai cara tapi belum ada klik di hati saya. Yang ketiga, hutang saya lumayan banyak, salah satu niat saya dalam usaha adalah dapat menutup hutang saya, dan ini memberikan dilema yang cukup banyak karena setiap ada pilihan pekerjaan yang saya kira dapat memberikan uang yang lebih cepat saya akan lakukan (pekerjaan positif tentunya).

Pak, saya butuh sarannya. Bagaimana mengatasi semuanya dalam waktu yang bersamaan? Apa yang seharusnya jadi prioritas saya, dan apa dapat membantu mengatasi hutang-hutang saya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Naff

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Naff. Saya sangat yakin, setiap manusia dilahirkan di dunia untuk melaksanakan satu misi yang menjadi misi hidupnya. Sangat jarang ada orang yang mampu mengerjakan aneka misi dalam satu masa kehidupan. Gandhi dan bunda Teresa, hidup untuk satu misi kemanusiaan. Muhammad hadir di dunia untuk satu misi kenabian.

Jadi, saran pertama saya untuk anda, berdamailah dengan diri anda sendiri. Kalau usia anda belum 30 tahun, silahkan melakukan eksplorasi habis-habisan. Lakukan aneka kegiatan untuk menemukan satu misi hidup anda. Setelah itu, pilih lah satu misi hidup anda, dan tekuni misi itu sampai mati. Saya harus ingatkan, bahwa jalan yang akan anda tempuh bukan lah jalan yang mulus. Bisa jadi penuh batu dan jalannya menanjak. Tapi yakinlah bahwa di ujung jalan itu, anda akan menemukan apa yang anda inginkan.

Jika anda sudah tetapkan satu misi hidup anda, maka yang harus anda kontrol adalah tindakan anda. Ini saran saya yang kedua. Beranikan diri anda untuk mencoret aneka kegiatan yang tidak ada gunanya bagi pencapaian misi hidup anda. Kalau anda ingin menjadi ahli komputer, silahkan tekuni hanya kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung anda mencapai tujuan itu. Anda tidak perlu ikut arisan di banyak tempat, anda tidak perlu ikut lomba gerak jalan atau latihan sepakbola. Pusatkan seluruh energi yang anda miliki, hanya untuk misi hidup anda.

Kalau setiap hari selama 5 – 6 jam yang anda tekuni adalah berita-berita gosip di televisi, jangan heran bila anda akan sangat paham bagaimana membuat gosip murahan. Kalau setiap hari yang anda lakukan adalah mengeluh dan mengeluh, jangan heran kalau anda akan jadi pengeluh kelas kakap. Kalau yang anda lakukan setiap hari adalah berbagai kegiatan yang tidak berguna, jangan heran kalau satu tahun kemudian, apapun yang anda lakukan tidak akan ada gunanya bagi kehidupan anda.

Tapi cobalah setiap hari anda membaca buku-buku motivasi, maka insya Allah anda akan menjadi motivator handal satu tahun kemudian, atau anda akan mampu memunculkan motivasi dalam diri anda sendiri. Kalau setiap hari anda sempatkan untuk bergaul dengan para pengusaha sukses, insya Allah satu tahun kemudian anda sudah mulai bergerak menjadi pengusaha. Jadi, jangan biarkan diri anda melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Mohon maaf, saya tidak punya cerita lain yang lebih baik. Dan di sini, saya tidak bicara soal halal haram. Seorang penyanyi wanita kelas dunia, Britney Spears, pernah mengungkapkan bahwa ia sangat suka makan es krim. Tentu saja hal ini sangat mengherankan para wartawan. Bagaimana mungkin seorang bintang kelas dunia dengan postur tubuh yang begitu langsing, adalah penyuka es krim. Selanjutnya si bintang menjawab, bahwa sekalipun ia suka es krim, sudah 14 tahun ia tidak menyantap es krim. Mengapa? Karena bisa jadi ia berpikir, bahwa menyantap es krim kesukaannya, akan membuat karirnya merosot ke titik terendah.

Terakhir. Bung Naff. Sukses bisa anda capai, kalau anda berani meninggalkan apapun kegiatan yang anda sukai, tetapi tidak bisa membawa anda mencapai misi hidup anda. Jadi lakukan lah hanya hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung anda mencapai misi hidup anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Antara Bekerja atau Kembali Wirausaha

 

Rabu, 26 Jul 06 07:11 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum,

Bapak Zainal yang dirahmati Allah SWT. Pada pertengahan tahun 2005 saya pernah di-PHK. Karena ketika bekerja saya selalu bertekad ingin jadi pengusaha maka setelah di-PHK saya mencoba wirausaha. Langkah pertama saya membuat CV (badan usaha) dan kemudian dengan modal yang ada saya mencoba merambah bisnis manufaktur dan trading (meskipun akhirnya saya cenderung tidak fokus/semua jenis penawaran order saya coba). Namun karena perputaran bisnis ini tidak after market (pembayaran berjangka sebulan-2 bulan) sementara modal itu juga terpakai untuk kebutuhan keluarga, akhirnya setelah berjalan setahun modal saya kandas (ditambah adanya ujian “ditipu”, pak).

Setelah itu akhirnya saya melamar pekerjaan kembali. Dan sekarang saya sudah bekerja. Namun karena semangat saya belum padam untuk usaha, Bagaimana menurut bapak: Apakah saya harus menjalani pekerjaan saya sekarang sampai saya cukup modal kembali? (istilah saya mundur satu langkah untuk maju seribu langkah). Atau mungkin ada masukan lain dari bapak.

Terimakasih pak. Semoga bapak selalu dirahmati Allah Swt.

Hormat saya,

Septi

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Septian. Seringkali saya temui, bahwa kondisi seseorang ditentukan oleh keyakinannya. Saya pernah bertemu dengan seorang penarik becak, yang begitu yakin bahwa profesi penarik becak adalah profesi yang ditakdirkan Tuhan untuknya. Dengan keyakinan itu, beliau menjalankannya dengan penuh dedikasi. Pagi beliau berangkat, dan menjelang Dzuhur beliau pulang untuk makan bersama isterinya dan kemudian shalat Dzhuhur. Usai shalat, beliau bekerja kembali, sampai menjelang Maghrib. Sebagian uang hasil kerjanya, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sisanya ditabung dalam bentuk emas. Sekali setahun, beliau menjual emas-emasnya untuk dibelikan tanah di kampungnya di Cilacap. Kesimpulan saya, dengan profesi apapun, sebenarnya orang bisa sejahtera.

Kembali pada persoalan anda. Jika keyakinan anda, menjadi pengusaha adalah tujuan akhir hidup anda, maka jalani saja apa yang sudah anda yakini. Dalam beberapa hal, saya tidak mengizinkan orang-orang yang ada di bawah bimbingan saya, untuk mengubah tujuan hidup dan juga keyakinannya. Yang boleh diubah adalah tindakannya.

Saran saya, terus lah bekerja untuk mewujudkan impian anda. Di sela-sela waktu bekerja, jangan lupa belajar untuk bekal masa depan anda. Anda pernah gagal. Tentu ada sebabnya. Jadi, jangan lagi lakukan hal yang sama, karena bisa jadi anda akan gagal kembali. Lakukan tindakan yang berbeda untuk memperoleh hasil yang berbeda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Memulai Usaha

 

Selasa, 18 Jul 06 09:58 WIB

Bapak Zainal Abidin yang terhormat.

Saya adalah seorang pegawai harian di sebuah BUMN dengan gaji di bawah 1 juta. Saat ini suami saya menganggur. Awalnya suami saya berjualan pakaian jadi di pasar tradisional menggunakan kios milik mertua yang disekat menjadi dua bagian. Saat ini kios tersebut mau dijual oleh mertua saya karena iklim usahanya sudah tidak memungkinkan lagi. Hasil penjualan kios tersebut akan dibagi untuk tiga orang anaknya, kira-kira 10 juta/orang. Yang saya mau tanyakan usaha apa yang harusnya dilakukan oleh suami saya dengan jumlah modal sebesar itu? Suami saya tidak memiliki keterampilan lain selain berdagang. Tapi saat ini sudah jenuh untuk melanjutkan berdagang dengan kondisi pembeli makin berkurang malah tidak ada. Keahlian yang dimiliki suami saya hanya bisa nyetir mobil dan memiliki SIM A.

Saya sendiri tidak bisa berhenti bekerja saat ini karena sedang kuliah yang sebentar lagi selesai, kira-kira bulan Oktober. Saya memiliki satu orang anak yang telah masuk TK.

Azzahra

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Zahra. Seringkali saya nyatakan bahwa hidup ini adalah soal pilihan. Setiap saat, kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Anda bekerja saat ini, karena anda memilih untuk melakukannya. Suami anda menganggur, karena ia memilih untuk menganggur. Sayangnya, seringkali orang memilih sesuatu pekerjaan yang menyenangkannya dalam waktu sekejap. Misalnya, ada orang yang memilih menganggur daripada harus jadi sopir, karena menganggur (dalam beberapa hal) lebih enak daripada harus banting tulang mengendarai mobil milik orang lain.

Mbak Zahra. Coba lihat orang-orang sukses di sekeliling anda. Perhatikan gaya hidupnya. Pasti anda juga menginginkannya. Saran saya, coba tiru caranya meraih sukses. Jangan tiru gaya orang sukses setelah ia sukses. Tapi tiru lah caranya mencapai sukses. Artinya, jangan terlalu memilih pekerjaan. Lakukan yang anda atau suami anda bisa lakukan. Pilihan bagi anda sangat terbatas.

Berdasarkan surat anda, pilihan bagi suami anda ada 3, yaitu berdagang (apapun yang bisa dijual dengan kondisi sekarang), bekerja sebagai sopir (dengan SIM A yang dimiliki) atau menganggur. Dua pilihan pertama, bisa jadi sangat menyebalkan di saat-saat awal, tetapi insya Allah akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi anda sekeluarga di masa depan. Pilihan ketiga, mungkin sangat menyenangkan pada saat ini. Tapi saya yakin, hal itu bisa menjerumuskan anda pada penyesalan yang tidak ada habisnya di masa mendatang.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Tujuh Bulan Belum Dapat Pekerjaan

 

Senin, 17 Jul 06 14:18 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum.

Saya ingin menanyakan pada Pak Zainal, apa yang akan bapak lakukan jika bapak adalah seorang pengangguran yang selama 7 bulan belum mendapat kerja tetapi sudah berusaha untuk mencari ke mana-mana, mau memulai suatu usaha tapi tidak mempunyai uang. Sementara harus menanggung beban adik, kedua orang tua wafat, bahkan untuk makan pun susah.

Saya tahu bapak mempunyai jawaban yang kritis terhadap pertanyaan seperti ini, tapi saya mau mengetahuinya. Tolong dipaparkan, pak.

Wassalamualaikum

Rina Amalia
rina091082 at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Rina. Saya prihatin dengan apa yang anda alami. Bagaimana pun saya pernah mengalami kejadian yang hampir sama dengan anda sekitar 15 tahun yang lalu. Saya lulus dari Fakultas Peternakan UNSOED dengan kualifikasi yang tidak mengecewakan. Saya lulus sebagai sarjana dengan IP tertinggi dari sekitar 80 orang wisudawan saat itu. Tahun yang sama, sebelum diwisuda, saya terpilih menjadi Mahasiswa Teladan se-Indonesia. Tapi IP tertinggi dan predikat mahasiswa teladan bisa disebut tidak ada gunanya untuk saya. Selama 6 bulan setelah lulus, saya masih menganggur.

Ada satu pertanyaan besar, mengapa saya masih menganggur?
Jawaban saya atas pertanyaan itu, adalah karena saya terlalu ’memilih’ pekerjaan. Ketika itu, saya hanya ingin melakukan pekerjaan yang pantas dilakukan oleh seorang sarjana ber-IP terbaik sekaligus mantan mahasiswa teladan. Dengan kata lain, saya lebih baik tidak bekerja daripada harus melakukan pekerjaan yang ’tidak pantas’.

Enam bulan menjadi penganggur bukan lah pengalaman yang menyenangkan buat saya. Orang tua selalu bertanya, kapan saya bekerja. Teman-teman, dengan nada sinis seringkali menyindir saya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk menerima apapun pekerjaan yang bisa saya lakukan. Yang penting halal. Dan, itulah. Saya harus memulai karir sebagai sopir truk pasir. Dan, langkah awal itu ternyata mampu membawa saya ke posisi saya sekarang. Saya tidak tahu, jadi apa saya sekarang, kalau saja dahulu saya masih terus-menerus menunggu pekerjaan yang ’pantas’ ubtuk saya.

Kalau saya mengenang masa lalu, saya akan selalu teringat oleh kata-kata yang dilontarkan oleh guru saya. Masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau. Mudah-mudahan kalimat itu juga bisa menginspirasi anda. Saya menduga, selama tujuh bulan anda mencari pekerjaan, bukan sama sekali tidak ada yang mau menerima anda bekerja. Pasti ada satu atau dua pihak yang menawarkan pekerjaan, tetapi anda tidak berkenan melakukannya. Anda tidak mau melakukannya. Alhasil, sampai kini anda masih menganggur.

Mbak Rina. Untuk anda, saya ingin memberikan satu alternatif yang sudah menginspirasi banyak siswa di Institut Kemandirian. Saya ingin memberi anda satu pengetahuan atau teknik berwirausaha yang untungnya nyaris 100 persen. Usahanya, berjualan air mineral. Lokasi usahanya bisa anda pilih sendiri. Bisa di stasiun kereta api. Bisa di perempatan jalan, atau di tempat rekreasi. Air mineral, kalau anda beli di toko grosir, harganya hanya sekitar 1.000 rupiah, tetapi bisa anda jual dengan harga 2.000 rupiah. Sebagai informasi, penghasilan para pedagang asongan saat ini, tidak ada yang di bawah Rp 30.000,- Dan saya merasa, penghasilan sebesar itu, setidaknya bisa membantu ekonomi keluarga anda.

Mbak Rina. Saya hanya memberi satu pintu alternatif itu. Memang perlu keberanian yang luar biasa untuk membuka pintu itu, sampai akhirnya pintu-pintu alternatif yang lain akan terbuka untuk anda.
Mbak Rina. Hidup adalah soal pilihan. Anda mau ngasong atau tidak, sangat tergantung anda sendiri. Dan, hasil pilihan itu, anda sendirilah yang akan merasakannya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Kegagalan Awal dan Cara Mengatasi Komplain

 

Kamis, 13 Jul 06 10:24 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Bapak pengasuh,

Untuk memulai bisnis tidak sepenuhnya perlu modal besar. Jadi modal bukan alasan dan penghalang untuk mulai bisnis.

Begini bapak, saya ingin sekali memiliki bisnis kecil-kecilan di bidang IT. Saya pernah dimintai tolong teman untuk mencarikan komputer. Saya rasa ini peluang bisnis jadi broker. Kemudian saya jalani itu. Setelah saya carikan, beberapa hari kemudian ternyata monitornya terbakar dan coba saya service kan tetapi nggak bisa, akhirnya saya menggantinya dengan membeli lagi. Di samping saya rugi, saya juga merasa nggak enak sama temanku itu dan saya dengar temanku itu bilang ke temanya kalau dia merasa dibohongi sama saya. Terus terang saya sakit dengan kejadian itu dan terasa kapok untuk melakukannya lagi.

Yang saya tanyakan, bagaimana saya bisa memulai bisnis lagi? Dan bagaimana mengatasi komplain pelanggan-pelanggan yang orangnya seperti temenku itu? Terus terang saya masih ada rasa ketakutan untuk menghadapi komplain. Kuatir nggak bisa memuaskan pelanggan.

Terima kasih.

Sholeh

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Sholeh. Ada seekor kera, yang mengucur air liurnya melihat sebatang pohon pisang yang sedang berbuah. Dengan bersemangat, ia kemudian memanjat pohon pisang tersebut. Malang baginya, ternyata pemilik pohon pisang memasang sebuah alat, yang memancarkan air ketika ada binatang yang memanjat pohon pisang miliknya. Karena air terus memancar, si kera tidak pernah bisa menjangkau pisang yang ranum di pucuk pohon pisang. Akhirnya, si kera putus asa dan dengan lesu meninggalkan pohon pisang itu.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan dua ekor kera yang lain. Ia bercerita, bahwa ada sebatang pohon pisang yang sedang berbuah, tetapi tidak bisa dipanjat karena ada air yang mengucur deras ketika dipanjat. Seekor kera memutuskan tidak memanjat dan mengikuti kera gagal. Seekor kera yang lain, berniat untuk membuktikan apa yang diucapkan oleh kawannya.

Ternyata, kera terakhir yang mencoba memanjat, dengan mudah bisa mendapatkan pisang yang ranum karena air di pohon pisang sudah habis. Dua kera lainnya, tidak mendapat apa-apa karena berhenti mencoba.

Bung Sholeh. Sekali lagi, hidup adalah soal pilihan. Anda mau meniru kera yang pertama, kedua atau ketiga, terserah pada anda. Toh hasilnya, anda sendiri yang menikmatinya.

Anda kapok dan tidak berminat melanjutkan usaha, atau dengan semangat 45 anda mencoba meneruskan usaha apapun resikonya, boleh-boleh saja. Kedua pilihan itu benar, sejauh anda sendiri yang memutuskannya.

Sebagai penuntun, setiap usaha pasti ada peluang, dan juga ada masalah. Masalahnya, ya seperti yang anda sebutkan. Komplain dari pelanggan, adalah salah satu masalah yang harus anda hadapi dan selesaikan, kalau anda mau sukses dalam bisnis. Kalau anda takut menghadapinya, jangan berharap anda bisa sukses dalam usaha.

Bung Sholeh. Sebagai penjual, kita harus mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, sepanjang kita mampu melakukannya. Ketika konsumen merasa puas dengan layanan kita, ia pasti berani membayar harga kepuasan itu. Ujung-ujungnya, usaha kita akan banyak diminati pelanggan.

Bung Sholeh. Salah satu resiko bisnis adalah diomeli oleh pelanggan. Dan itu akan terjadi jika anda mengecewakan mereka. Jadi, sejauh anda tidak mengecewakan mereka, jangan takut dikomplain pelanggan. Ingat bung! Bisnis itu menunggangi resiko. Bukan menghindarinya. Jadi, kalau anda mau memiliki bisnis besar, cari lah bisnis yang resikonya paling besar.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Kredit dari Bank

 

Kamis, 13 Jul 06 10:16 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assamua’lakum wr. wb.

Terima kasih Bapak Zainal untuk kesempatannya. Saya beberapa bulan yang lalu mengajukan kredit ke bank dan sampai saat ini saya belum mengadakan akad kredit dengan bank karena masih ragu dengan bunga bank yang besar yaitu 19% dan akan prospek usaha yang akan saya jalankan ini. Kucuran dananya ada kira-kira 50 juta dengan jangka 10 tahun dengan angsuran 1 juta per bulan. Rencananya saya akan membuka jasa pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia.

Saya sudah lihat prospeknya karena untuk transfer ke Indonesia dibutuhkan waktu 3 hari dari bank setempat. Tapi dengan jasa ini saya bisa transferkan uang tersebut dengan 1 hari sampai. Untuk pemakai jasa saya lihat banyak, tapi saya bingung untuk merintis usaha ini. Bagaimana menurut pendapat Bapak Zainal. Saya terima kredit dari bank dan saya jalankan usaha ini atau tidak?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam,

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Alex. Saya hanya memberikan pilihan pada anda. Anda boleh memilih, berdasarkan preferensi atau kesukaan anda:

1. Anda terima kredit bank dengan sistem bunga 2. Anda mencari pinjaman dari pihak atau bank lain, dengan sistem pengembalian yang lebih adil (bagi anda dan juga bagi pihak pemilik uang)

Untuk memudahkan anda memilih, saya akan berikan beberapa kata kunci:
1. Hidup di dunia hanya sementara. Hidup di akhiratlah yang lebih abadi 2. Hukum Allah mengharamkan riba. Dan Allah haramkan surga bagi para pemakan riba.
3. Kalau anda mau mengorbankan kehidupan abadi di akhirat dengan kehidupan sementara di dunia, silahkan pilih alternatif pertama. Terimalah kredit dari bank dengan sistem bunga. Saya menilai pilihan ini adalah pilihan bodoh. Jangan korbankan sesuatu yang abadi dengan sesuatu yang sifatnya sementara.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Mencari Modal

 

Senin, 10 Jul 06 08:36 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya sudah memiliki usaha resmi berizin (CV), bidang kerja meliputi beberapa faktor, antara lain: Biro Perjalanan, Advertising dan Event Organizer. Saya bertindak sebagai pemimpin umum. Tim kerja kami luas, ada yang di kota Purbalingga, Purwokerto, Bekasi, Bogor dan Jakarta. Saat ini sedang merencanakan sebuah pekerjaan yang peluangnya sangat bagus karena jarang dilirik orang, padahal prospeknya sangat bagus (Insya Allah).

Kerja ini memerlukan modal sekitar Rp 20.000.000,- Di mana saya bisa mendapat modal sebesar itu, tentunya dengan sistim bagi hasil? Waktu kerja A to Z nya tidak sampai 1 tahun, yang perlu diperhatikan saya tidak memiliki agunan. Tapi Insya Allah investasi aman, saya tidak ada niat setitikpun berkhianat.

Bagi seorang yang berminat membantu permodalan, bisa mengirimkan SMS ke 081 327 661 663, ketik M_nama anda, alamat lengkap dan nomor telpon rumah dan HP anda. Bisa juga kirim e-mail ke: adnan@eramuslim.com

Saya akan menghubungi anda kembali. Saat ini saya belum memiliki alamat tetap, keluarga sudah murtad semua. Bisa juga kirim e mail ke: adnan@eramuslim.com. Kepada semua pihak yang telah membantu, saya sampaikan Jazzakumullah.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Adnan. Biasanya, suatu badan/lembaga atau perorangan yang berkenan memberikan bantuan modal adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, misalnya mendapatkan keuntungan dari usaha-usaha yang mereka bantu. Untuk itu, biasanya mereka mempersyaratkan keberadaan usaha selama waktu tertentu, misalnya satu atau dua tahun, laporan keuangan, biodata pengurus perusahaan dan sebagainya. Kalau anda hanya bicara prospek, saya kok tidak yakin, rencana usaha anda bisa direalisasi.

Sebagai pihak yang berkepentingan dengan usaha tersebut, anda pasti akan berusaha meyakinkan pihak lain, salah satunya dengan prospek usaha tersebut. Tapi cobalah berpikir dari sudut pandang investor. Mereka menginginkan uangnya aman, dan mereka juga ingin mendapatkan bagian keuntungan dari usaha yang dijalankan.

Bung Adnan. Saya ingin memberi anda tantangan. Saya undang anda untuk mempresentasikan rencana bisnis anda di tempat kami. Institut Kemandirian Jalan Kecapi 49 Jagakarsa Jakarta Selatan, telp. 787 1989 atau 787 2540. Insya Allah, kami bisa membantu anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

Strategi Bisnis Islami

 

Rabu, 5 Jul 06 14:04 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Pak Zainal, saya sudah merintis bisnis kecil-kecilan. Yaitu jualan pisang molen dan onde-onde menggunakan gerobak dorong yang dikelola oleh mitra. Saya menggunakan sistem bagi hasil dengan prosentase 60:40. Saya hanya berkenan mengambil 40% karena saya memahami jerih payah mitra tersebut. Dan mitra juga sepakat. Nah, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana strategi bisnis secara Islami (metode memberikan bimbingan) agar mitra tetap amanah? Terima kasih.

Adi Sabariman
ad_italiano at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Adi. Saya sangat yakin, bahwa tingkat keimanan seseorang bisa bertambah atau berkurang setiap hari. Ini juga paralel, bahwa kejujuran seseorang sangat fluktuatif. Kemampuan seseorang dalam mengemban amanah, juga sangat tergantung pada banyak hal. Bisa jadi seseorang bisa memegang amanah ketika jumlah dana yang diamanahkan tidak terlalu besar. Kemudian, seseorang bisa khianat, ketika dana yang dipercayakan jumlahnya besar. Saran saya, jangan menilai kejujuran atau sifat amanah seseorang dari penampilan fisiknya. Tapi, biarkan sistem yang bekerja untuk melaporkan sifat amanah atau khianat seseorang.

Bagaimana membuat sistem tersebut? Sangat mudah. Anda hanya perlu membuat tata cara pelaporan yang baku, ketika seseorang dipercaya menerima dan mengelola sejumlah dana. Misalnya, dana dari anda harus dimasukkan dalam rekening atas nama anda berdua. Setelah itu, setiap pengeluaran dana, harus diketahui oleh anda sebagai investor. Selain itu, setiap pengeluaran dana juga harus disertai dengan bukti tanda terima/pengeluaran dana, lengkap dengan nama penerima, alamat penerima maupun nomor telepon penerima. Sekali waktu, anda juga harus melakukan cross check (pemeriksaan silang), untuk mengkonfirmasi pengeluaran dana-dana tersebut.

Ketika sistem di atas sudah anda buat, dan anda patuhi, akan sangat mudah mengontrol kejanggalan-kejanggalan yang terjadi. Begitu terjadi kesalahan prosedur yang terdapat dalam sistem yang anda buat, maka anda bisa secepatnya memberikan tanggapan, misalnya dengan memberikan teguran, bimbingan atau sanksi atas kesalahan yang terjadi.

Bung Adi. Sebuah sistem bukan lah hasil perenungan semalam suntuk, tetapi hasil dari praktek dan pengalaman selama bertahun-tahun, yang selalu diperbaiki dari waktu ke waktu. Jadi, sistem berkembang bersamaan dengan perjalanan waktu. Sistem tebaik untuk saat ini, bisa jadi akan menjadi usang dalam beberapa tahun ke depan. Saran saya, jangan terlalu cepat puas dengan kehandalan sistem yang sudah anda buat. Lakukan selalu perbaikan-perbaikan atas sistem anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Bagaimana Menambah Pelanggan?

 

Rabu, 5 Jul 06 09:58 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Zainal Abidin, saya ingin tau cara mengembangkan usaha saya yaitu maintenance komputer. Saat ini saya punya satu langganan yaitu sebuah perusahaan, bagaimana saya bisa menambah lagi pelanggan? Terus apa saja yang harus saya lakukan? Terima kasih.

Cecep Tisna Irawan
cecept at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Cecep. Anda sudah punya satu pelanggan. Bagaimana cara anda memperoleh pelanggan itu? Kalau anda memperolehnya melalui kenalan, saya yakin, kenalan anda bukan hanya satu pelanggan itu saja. Masih ada kenalan-kenalan anda yang berpotensi menjadi pelanggan anda. Jadi, mengapa tidak anda tawarkan? Kalau anda memperoleh pelanggan berdasarkan rekomendasi dari seorang kawan, saya yakin masih ada kawan-kawan anda yang lain, yang bisa merekomendasikan jasa anda. Bisa juga anda memasang iklan di koran-koran atau majalah. Atau bisa juga anda membuat atau mencetak brosur atau spanduk.

Bung Cecep. Di Indonesia pengguna komputer sudah semakin banyak. Dan semua itu perlu perawatan. Jadi, pasar perawatan dan perbaikan komputer seperti yang anda lakukan, pasti cukup besar. Yang harus anda lakukan adalah, bagaimana membuat para pengguna komputer itu, mengenal jasa anda. Jadi anda butuh sarana untuk mengkomunikasikan jasa anda kepada calon pengguna jasa anda. Bisa dengan iklan, spanduk atau media lainnya. Dan apapun cara yang anda pilih, sudah pasti butuh biaya. Jadi, jangan takut mengorbankan sedikit biaya untuk komunikasi jasa anda.

Dan jika pelanggan sudah mulai memakai jasa anda, layani mereka dengan baik, karena mereka bisa membuat usaha anda bangkrut dengan cara tidak menggunakan jasa perusahaan anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Strategi Usaha

 

Selasa, 4 Jul 06 14:17 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kalau kita sulit menentukan usaha baru yang akan ditekuni bisakah menekuni bidang usaha yang sudah ada di tempat usaha yang akan dibuka?

Pertimbangan apa saja yang harus dijadikan dasar jika kita ingin membuka usaha yang sudah ada di tempat yang sama?

Bagaimana cara membaca peluang usaha di suatu tempat, dan apakah peluang itu sebenarnya ada dan kita yang harus pandai-pandai membacanya atau justru peluang itu kita yang harus menciptakan?

Demikian pertanyaan saya, terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Agus Wahidin
aguswahidin at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Agus. Satu-satunya nyontek (meniru) yang diizinkan, adalah meniru bisnis orang lain. Kalau ada tetangga anda yang sukses berbisnis rumah makan, tidak ada yang melarang anda untuk berbisnis rumah makan juga. Kalau ada toko pakaian muslim yang sukses di sebelah toko anda, tidak ada yang melarang anda untuk berbisnis pakaian muslim juga. Intinya, silahkan meniru bisnis orang lain. Tapi saya sarankan, jangan meniru habis-habisan. Lakukan diferensiasi (pembedaan), sehingga usaha anda tidak diidentikkan dengan bisnis tetangga anda. Misalnya tetangga anda sukses berjualan bakmi ayam, anda bisa mendirikan warung bakmi sapi.

Jika anda ingin sukses menjadi follower usaha orang lain, maka yang pertama kali harus anda pertimbangkan adalah kapasitas atau daya tampung toko yang anda tiru. Tekunilah bidang usaha yang sudah terbukti ramai dikunjungi pembeli. Jika pengunjung toko tersebut sudah sangat banyak, dan memungkinkan anda untuk menampung sebagian dari mereka di toko anda, maka anda boleh masuk di bisnis itu. Tapi jika toko yang ingin anda tiru itu sepi pengunjung, maka anda sudah menggali lubang kubur sendiri, atau anda bangkrut bersama-sama. Pasar untuk bisnis yang anda tiru tidak besar, dan anda justru mau merebut pasar yang kecil. Itu sangat tidak realistis.

Faktor berikut, adalah kemampuan teknis anda dalam meniru usaha. Tekuni bisnis yang bisa anda laksanakan. Misalnya, di sekitar wilayah anda ada toko voucher dan handphone yang laku keras, maka kemampuan teknis anda/karyawan anda dalam meniru cara-cara orang melakukan penjualan handphone (plus voucher) sangat dibutuhkan. Kalau anda/karyawan anda tidak bisa menirunya, lebih baik anda mencari bisnis lain yang secara teknis bisa anda/karyawan anda lakukan.

Faktor berikut, yang tidak kalah penting adalah kesabaran anda menunggu datangnya pembeli. Ketika anda melihat toko di sebelah anda laku keras, anda berharap bisa mendapat keberuntungan yang sama. Padahal, seharusnya anda juga memperhatikan, atau mempelajari, berapa lama waktu yang dibutuhkan sehingga toko itu dijubeli pengunjung. Harapan anda (dan juga harapan semua orang), ketika anda buka usaha yang sama, usaha anda juga akan sama dijubeli pengunjung. Tapi anda perlu ingat. Sangat sulit mendapatkan pengunjung dalam jumlah banyak, untuk usaha yang baru dimulai. Ada proses yang harus anda lalui, sampai akhirnya keinginan anda bisa tercapai. Kalau anda mau buka rumah makan, maka anda harus siap, jika tugas anda dalam satu bulan pertama hanya mengusir lalat yang hinggap di makanan anda. Jika anda membuka toko busana muslim, maka anda harus siap menjawab dan melayani pengunjung yang datang ke toko anda untuk sekedar bertanya-tanya. Pekerjaan semacam ini, sudah dikerjakan oleh pemilik atau pengelola toko yang sudah ramai pengunjung tadi. Dan anda juga harus melalui proses yang sama.

Buat saya pribadi, peluang itu setiap hari datang dan pergi. Setiap saat, peluang hadir di hadapan kita. Hanya saja, karena kita tidak siap atau tidak mau menangkapnya, maka peluang itu akhirnya lewat begitu saja. Sebagai contoh, di setiap perempatan jalan di Jakarta, ada saja calon pembeli yang membutuhkan koran atau majalah. Itu peluangnya. Tapi, apakah semua orang kemudian berlomba-lomba berjualan koran dan majalah di setiap perempatan jalan? Ternyata tidak. Hanya orang-orang yang siap memanfaatkan peluang, atau orang-orang yang mau melaksanakan lah yang kemudian bisa mendapatkan penghasilan dari peluang itu. Apakah peluang itu membutuhkan kemampuan kita dalam membacanya, atau justru diciptakan, itu sangat tergantung persepsi anda sendiri. Kalau anda bisa menganggap bahwa setiap peluang selalu hadir di hadapan anda, maka peluang itu tidak perlu anda ciptakan. Cukup manfaatkan saja peluang yang hadir di hadapan anda. Tapi kalau anda memiliki cukup banyak waktu untuk menciptakan peluang yaang benar-benar baru, anda bisa saja menciptakannya.

Ada tiga jenis manusia, berkaitan dengan kemampuannya memanfaatkan peluang. Orang tipe pertama, adalah orang biasa. Orang jenis ini, mendapatkan hasil sebesar peluang yang didapatkannya. Artinya, peluang 10, ia berhasil mendapatkan 10. jenis kedua, adalah manusia pecundang. Orang tipe ini, hanya mampu mendapatkan sedikit hasil, dari sebuah peluang yang luar biasa besar. Orang tipe ketiga, adalah para pemenang. Mereka mampu memanfaatkan peluang yang kecil untuk mendapatkan hasil yang luar biasa besar. Pertanyaannya, anda ingin masuk dalam kategori manusia macam apa?

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Pilihan Usaha dengan Modal Terbatas

 

Jumat, 30 Jun 06 09:40 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Ass. wr. wb.

Bapak Zaenal yang di rahmati Allah, saya ingin usaha wiraswasta dengan model hanya± Rp 2.500.000,00. Dengan perincian sebagai berikut:
– Tempat: kios 3 x 2.5 m di pasar yang baru buka 1.5 bulan. Jadi masih banyak kios yang belum buka, karena belum begitu ramai.
– Kios yang sudah buka: ada 1 kios yang berdagang ATK, sedang yang lain pakaian dan toko klontong.
– Letak kios ada pada baris kedua, di belakang kios yang menghadap langsung parkir.

Apakah kalau berdagang ATK dengan situasi di atas cocok? Mohon penjelasan bapak. Terima kasih sebelumnya.

Badrun
bad at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Pengalaman empiris saya, sejauh ini, sangat sedikit usaha yang bisa mendapatkan keuntungan di lokasi-lokasi pusat pertokoan yang baru dibuka. Biasanya, toko-toko yang baru dibuka seperti itu baru bisa menghasilkan keuntungan setelah 2 sampai 3 tahun. Jadi dengan kondisi anda sekarang, di mana kekuatan modal anda terbatas, secara logika, keuntungan akan sulit anda peroleh, apapun usaha yang anda jalankan.
Lain halnya jika dana yang anda miliki cukup banyak. Bisa jadi, di saat-saat sepi, anda seperti berinvestasi. Ketika lokasi tempat anda berusaha sudah ramai, anda tinggal menuai hasilnya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

Solusi Usaha

 

Selasa, 27 Jun 06 09:06 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Zainal yang kami hormati,

Kami karyawan sebuah perusahaan BUMN sejak tahun 1992. Hingga masuk sampai dengan sekarang sebagai staf Personalia. Sejak tahun 2003 perusahaan kami selalu merugi dan saat ini sudah mengalami krisis keuangan yang berat.

Sewaktu perusahaan sehat, penghasilan karyawan terdiri dari gaji, bonus, dan macam-macam tunjangan lainnya. Fasilitas kerja dan jaminan sosial bagi karyawan terpenuhi semuanya. Namun sejak mengalami krisis, bonus, berbagai tunjangan, dan fasilitas mulai dihilangkan. Bahkan sejak 3 bulan terakhir pembayaran gaji dibayar dalam 2 tahap dengan prosentase 25% dan 75%.

Kondisi tersebut berdampak pada kehidupan kami. Saving mulai habis dan fasilitas mulai bayar sendiri, sementara gaji hanya cukup untuk makan keseharian saja. Saya punya pikiran untuk keluar dari perusahaan, dan ingin mencoba usaha fotocopy dan alat-alat tulis dengan modal dari uang pesangon. Saya tinggal di dalam perumahan dan tidak memiliki tempat strategis untuk usaha. Saya beristeri dengan 3 orang anak masih sekolah SD semua.

Dengan pesangon yang kami perkirakan berjumlah Rp 30 juta, bagaimana saya memulai usaha agar penghasilan bisa lebih baik dari sekarang. Apa usaha yang harus saya lakukan, sementara sewa tempat yang strategis harganya mahal? Bagaimana cara menghitung pembagian biaya operasional dan biaya usaha dari modal Rp 30 juta?

Demikian atas perhatian dan saran Pak Zainal kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Lambang

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Lambang. Saya prihatin pada kejLambangan yang menimpa anda. Saya berharap anda bisa menerimanya dengan ketabahan (atau dengan kegembiraan) yang sama, seperti ketika anda menerima berbagai fasilitas berlebih seperti gaji, bonus maupun tunjangan lainnya. Apabila anda sudah bisa menerima berbagai kesulitan dari Allah dengan kegembiraan yang sama dengan ketika anda menerima kemudahan, saya berharap anda bisa lebih optimis dalam menghadapi kehidupan ini.

Bu Lambang. Kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan hanya menerima kemudahan-kemudahan saja. Orang-orang bijak berkata, bahwa hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang-kadang di atas, kadang-kadang di bawah. Ketika kita sedang di bawah, hendaknya kita berusaha dan bersiap-siap, untuk suatu saat kita sampai di atas. Dan ketika kita sedang di atas, hendaknya kita juga harus bersiap-siap, karena perjalanan ke depan pasti bergerak ke bawah. Dan, mohon maaf. Persiapan-persiapan ini lah yang tidak anda lakukan, sehingga ketika roda sudah mulai bergerak ke bawah, anda begitu kebingungan. Seolah-olah tidak ada lagi harapan.

Bung Lambang. Guru saya pernah mengatakan bahwa kita tidak bisa mengubah keadaan yang sudah terjadi atas diri kita. Tapi, kita bisa mengubah sikap kita terhadap kejadian tersebut. Ini yang dalam bahasa Neuro Linguistic Programming (NLP) disebut sebagai reframing (membingkai ulang).

Untuk lebih memperjelas konsep reframing itu, saya ingin menjelaskannya lewat satu metafora sebagai berikut. Kejadian ini terjadi berabad-abad silam. Ada seorang petani di sebuah desa di Jawa Tengah. Ia hanya memiliki satu ekor kuda betina. Ia menerima kepemilikan atas satu ekor kuda betina itu dengan rasa syukur. Lain halnya dengan para tetangganya. Mereka umumnya mengatakan bahwa memiliki seekor kuda betina sangat tidak produktif karena tak bisa digunakan untuk menarik gerobak.

Suatu ketika, kuda betina milik si petani bunting. Si petani sangat senang, karena sebentar lagi jumlah kudanya akan bertambah. Begitu juga para tetangganya. Mereka berubah pendapat. Ternyata kuda betina juga bisa produktif.

Setelah kebuntingan itu berumur 3 bulan, kuda betina miliki si petani keguguran. Seminggu kemudian, kuda betina itu malah hilang. Si petani tentu saja sedih. Tapi ia bisa menerima kehilangan itu sebagai cobaan dari tuhan. Para tetangganya pun berbisik-bisik dan saling bergunjing mengenai nasib sial si petani.

Dua minggu kemudian, kuda betina milik si petani kembali ke kandangnya. Tidak sendirian, tetapi diikuti oleh 5 ekor kuda jantan. Betapa gembiranya si petani. Kudanya bertambah lima ekor. Para tetangga bergunjing, betapa bahagianya si petani.

Setelah satu bulan, anak laki-laki si petani, mencoba naik ke punggung salah satu kuda jantan. Tapi sial. Kuda jantan itu menyepak anak laki-laki tadi hingga terjatuh. Akibatnya, kaki si anak laki-laki tadi patah. Si petani hanya bisa bersyukur. Anaknya tidak mati diinjak-injak kuda. Sementara itu, para tetangga bergunjing. Kasihan sekali si petani itu. Kaki anaknya patah ditendang kuda.

Dua bulan setelah kejadian itu, ada pengumuman dari Raja. Anak-anak muda yang sehat dan tidak cacat, diwajibkan untuk menjadi tentara dan berperang melawan musuh. Beruntung, anak si petani masih belum sembuh dari patah kakinya. Ia tidak diikutkan dalam wajib militer itu. Betapa senangnya si petani. Para tetangga kembali bergunjing. Alangkah beruntungnya si petani, karena anaknya tidak berangkat berperang.

Bung Lambang. Jika cerita ini dilanjutkan, maka ceritanya hanya akan berganti dari sedih menjadi senang, dan dari senang menjadi sedih. Kecuali jika kita sendiri, yang memberikan satu sikap yang jelas, apapun kejadian yang menimpa kita.

Bung Lambang. Posisi anda sekarang sedang di bawah. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah down grade. Turunkan standar hidup anda. Dari tempat tinggal maupun gaya hidup lainnya. Tujuannya, mengekang pengeluaran hanya untuk hal-hal yang penting. Misalnya, dari dana pesangon sejumlah Rp 30 juta, anda sisihkan separuh (Rp 15 juta) untuk biaya hidup anda sekeluarga selama 6 – 12 bulan. Sisanya, gunakan untuk memulai usaha.

Saya sangat yakin, harapan semua orang yang mulai berwirausaha, adalah memperoleh hasil yang lebih baik. Tapi jika anda menginginkan hasil itu dalam waktu singkat, saya harus nyatakan sejak awal, bahwa hal itu sangat sulit anda peroleh. Saran saya, ikuti saja laju usaha anda, sambil terus-menerus memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangan, sehingga jalannya roda usaha anda semakin lancar.

Bung Lambang. Kesalahan dari para wirausaha baru, yang sering saya temui sehari-hari, adalah terlalu cepat menginvestasikan uangnya, sebelum ia benar-benar paham lika-liku bisnis tersebut. Akibatnya, riset membuktikan bahwa tidak lebih dari 20 persen usaha baru, harus tutup sebelum lima tahun.

Kondisi anda saat ini, bisa saya katakan sedang di ujung tanduk. Pilihan pada anda tidak banyak. Waktu untuk belajar bagi anda pun bisa saya katakan terbatas, atau bahkan tidak ada. Kalau boleh saya sarankan, pilihlah bidang bisnis yang tidak terlalu membutuhkan keterampilan teknis, tidak terlalu membutuhkan modal dalam jumlah besar dan tidak perlu waktu lama untuk belajar. Dan umumnya, karakter bisnis seperti itu hanya membutuhkan kemauan dari pelaksananya.

Di Institut Kemandirian, kami banyak membina para pengasong, pedagang mie ayam/bakso, pedagang gorengan dan usaha-usaha kecil lainnya. Mereka, kini sudah mampu mandiri dengan penghasilan yang lebih tinggi daripada pegawai negeri golongan III D. Sebagian dari mereka, bahkan ada yang omset hariannya mencapai Rp 500 ribu, setelah usahanya berjalan 6 bulan. Beberapa di antara mereka, bahkan sudah punya gerobak yang kedua atau ketiga, yang dioperasikan orang lain. Pertanyaannya, maukah anda melakukan hal yang sama?

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Mencari Modal Buka Usaha

 

Senin, 26 Jun 06 10:01 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum wr. wb.

Terima kasih kepada Bpk Zainal Abidin yang maun bersedia menjawab pertanyaan dari saya. Saya seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di bilangan Ciputat. Saya menyukai sekali bidang usaha, dan cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Di kampus, saya sering berjualan aksesoris muslimah dan keuntungannya lumayan sebagai tambahan uang jajan dan uang foto copy bahan kuliah.
Sering sekali saya berdiskusi dengan teman-teman mengenai usaha, membuat planing usaha, tapi ada hal yang sangat dan amat menjadi kendala yaitu “modal.”

Mungkin bapak mempunyai trik jitu, bagaimana cara mendapatkan modal usaha tersebut. Sedangkan saya sendiri kesulitan modal.
Terima kasih atas jawaban yang akan bapak sampaikan,dan semoga menjadi nilai ibadah tersendiri.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Budia Wati

Wiwied Budiawati
budiawati at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Wiwied. Di Amerika pernah ada penelitian terhadap anak-anak di sebuah sekolah. Setiap anak diberi satu batang coklat yang enak rasanya. Coklat itu boleh dimakan, tetapi apabila anak-anak itu bisa menyimpan coklatnya selama 3 jam, maka kepadanya akan ditambah satu batang coklat lagi. Hebatnya, hanya 2 – 5 persen dari anak-anak itu yang bersedia menunda menyantap coklatnya.

Sisanya, segera menyantap begitu coklat itu menjadi miliknya. Dan, mohon maaf, memang begitulah cara kita semua memperlakukan hasil usaha kita. Anda sudah mulai berusaha, dan sudah pula mendapatkan penghasilan. Sayangnya, anda tidak mau menunda kesenangan. Hasil usaha itu anda nikmati untuk jajan dan menutupi kebutuhan lain. Anda tidak mencoba prihatin, dan menambah modal usaha dari keuntungan yang anda dapatkan.

Memang banyak cara mendapatkan modal, tapi bagi saya, jurus paling jitu mendapatkan modal adalah dengan menabung hasil usaha kita. Bukan menawarkan proposal usaha ke sana ke mari, meminta bantuan orang lain atau mencarinya di lembaga-lembaga keuangan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Modal Usaha yang Halal

 

Senin, 26 Jun 06 08:46 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Saya sangat bersemangat sekali jadi seorang pengusaha, karena sangat banyak sekali keuntungannya. Dari segi kebebasan waktu, tanpa tekanan,dan keuangan kita tidak dibatasi siapapun. Sudah beberapa kali saya ikut seminar bisnis, banyak nara sumber yang mengatakan bahwa kalau memulai usaha tidak mesti perlu modal duit. Hanya saja sekarang ini saya belum dapat menerapkan hal itu. Solusinya menurut bapak bagaimana?

Kemudian untuk memperoleh modal usaha yang halal dan tanpa agunan ada tidak? Dan harapan saya kiranya bapak dapat memberikan jalan sebelum saya terjebak untuk pinjam modal ke rentenir. Terima kasih atas bantuannya.

Wardiansyah.ab
adimlt23 at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Wardi. Saya sarankan anda untuk tidak mudah percaya dengan para nara sumber yang jadi pembicara dalam seminar-seminar. Saya sarankan anda untuk mulai praktek. Langkah pertama, anda bertanya di terminal Samarinda, berapa ongkos naik bus paling murah ke Pontianak. Berikutnya, anda siapkan dana sebesar itu, dan belilah satu botol air minum dalam kemasan. Berangkatlah ke terminal, tanpa membawa barang-barang berharga lainnya seperti jam tangan atau handphone. Cukup uang sebesar ongkos ke Pontianak dan satu botol air mineral itu.

Sesampai di Pontianak, mulailah untuk menjual air meniral yang anda bawa. Bahasa kasarnya, anda harus ngasong. Kalau air mineral itu sudah terjual, cari minimarket atau pasar swalayan. Beli produk air mineral yang sama, dan jual kembali. Teruskan usaha anda menjual air mineral sampai anda dapatkan uang sejumlah ongkos untuk kembali ke Samarinda.

Pertanyaan saya, maukah anda melakukannya? Seusai melakukan praktek di atas, saya berharap anda tidak lagi membutuhkan bantuan para pemilik modal, lembaga keuangan atau rentenir. Sebab hanya dari satu botol air mineral (yang harganya sekitar seribu rupiah), anda bisa menghasilkan dana 10 sampai 20 kali lipat.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Strategi Bersaing (Competitive Strategi)

 

Kamis, 22 Jun 06 08:51 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum wr. wb.

Saya punya sebuah apotik yang sudah bergerak 1 tahun kurang lebih. Kami juga bergerak sebagai grosir obat. Mohon diberikan strategi/cara menguasai pasar, soalnya di dunia farmasi seperti kami, banyak pemain-pemain lama (penguasa pasar). Jadi strategi apa seharusnya yang bisa kami lakukan agar bisa tetap bisa bermain di dunia ini, saya sangat mengharapkan balasannya. Terima kasih.

Heru Mubaraq
mubaraq at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Heru. Saya tidak punya tips atau jurus yang mujarab bagi penyelesaian masalah anda. Tapi jika anda menginginkannya, saya akan memberi beberapa tips secara umum, yang bisa anda terapkan sesuai dengan kemampuan anda. Tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang harus anda lakukan, yaitu:

1. Coba identifikasi semua apotik yang ada dalam jangkauan radius 5 km dari lokasi apotik anda, baik dari segi jumlah, layanan yang diberikan, kelengkapan obat ataupun kenyamanan yang diberikan apotik kepada para konsumennya.

2. Dari sekian banyak apotik yang ada, coba anda perkirakan, apotik mana yang paling ramai dikunjungi oleh konsumen.

3. Analisis, mengapa apotik itu dipenuhi konsumen?

4. Jika anda menginginkan apotik anda juga dibanjiri konsumen, lakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh apotik-apotik yang ramai itu. Bahkan, jika perlu lakukan hal-hal luar biasa yang tidak dilakukan oleh semua pesaing anda.

Telaah saya, salah satu kekuatan sebuah apotik adalah keberadaan praktek dokter di apotik tersebut, atau praktek dokter yang letaknya tidak jauh dari apotik. Jadi, jika di apotik anda ada satu ruangan yang bisa dipakai untuk praktek dokter (baik umum atau spesialis), saya yakin omset apotik anda bisa meningkat.

Strategi lainnya, tetap tidak jauh-jauh dari memuaskan konsumen. Sejak kecil saya langganan ke apotik karena salah satu kakak saya mengidap satu penyakit yang mengharuskannya selalu mengkonsumsi obat. Dahulu, kalau kita mau membeli obat, kita harus membawa resep dari dokter. Harus resep asli, dan kita yang harus datang ke apotik. Sekarang, kondisinya sudah jauh berbeda. Ada apotik yang menyediakan layanan antar jemput obat. Ada juga apotik yang menyediakan mesin faks yang khusus menerima resep dokter, dan obat itu akan diantar ke rumah konsumen tanpa biaya tambahan. Intinya, sepanjang anda bisa memuaskan konsumen anda (memberi layanan terbaik, harga termurah, obat terlengkap), saya yakin konsumen akan tetap datang ke apotik anda.

Jangan takut dengan pemain lama, karena tidak selamanya para pemain lama mampu mempertahankan prestasinya. Saat ini, banyak pemain lama (di berbagai sektor) yang hanya tinggal nama. Keunggulan mereka digantikan oleh para pemain baru yang lebih kreatif dan inovatif. Jadi, saran saya yang terakhir, jangan berhenti berkreasi dan berinovasi.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

 

Usaha Nol Budget

 

Selasa, 20 Jun 06 16:54 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Pak Zaenal,
Saya, seorang staf sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial akan bekerjasama dengan beberapa lembaga sosial lainnya, berencana untuk membuat sebuah usaha bersama (waserba) sebagai media fundraising lembaga-lembaga yang tergabung dalam kelompok ini.

Permasalahannya, kami tidak mempunyai dana (nol budget). Rencananya, kami akan melakukan pencarian dana dengan model dana hibah. Bagaimana menurut bapak, apakah rencana ini dapat terwujud? Bagaimana cara untuk memulai usaha ini? Bagaimana membuat proposal usaha yang baik dan menarik? Kepada siapa proposal tersebut sebaiknya kami ajukan?

Terima kasih atas masukannya. Kami tunggu, segera.

Zuhaeda
zuhaeda at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung/mbak Eda. Setiap kali hendak memulai perjalanan dengan naik pesawat terbang, para awak kabin tidak pernah bosan menerangkan cara-cara menyelamatkan diri dalam kondisi darurat. Salah satu topik yang saya suka dalam penjelasan itu adalah bagaimana cara penyelamatan ketika terjadi kondisi darurat di dalam pesawat. Bunyinya kira-kira seperti ini:
”Para penumpang yang terhormat. Apabila secara tiba-tiba tekanan udara di dalam pesawat mengalami gangguan, maka dari bagian atas kabin pesawat akan keluar alat-alat bantuan pernafasan berupa masker oksigen. Gunakan alat itu dan bernafas lah seperti biasa. Bagi penumpang yang membawa anak kecil, diwajibkan untuk mengenakan maskernya terlebih dahulu, baru menolong anak kecil.”

Tentu ada alasan tersendiri, mengapa awak pesawat menganjurkan para orang tua mengenakan masker terlebih dahulu, dan bukan memakaikan masker kepada anaknya. Salah satu alasannya adalah, untuk memudahkan orang tua menolong anaknya. Bayangkan jika kondisi orang tua yang tidak bisa bernafas normal, tetapi harus menolong anaknya yang bisa jadi dalam kondisi panik. Bisa-bisa, keduanya tidak tertolong.

Nah, bung/mbak Eda. Saran saya untuk anda dan juga teman-teman lainnya, jika anda ingin menolong orang lain, please deh, tolong diri anda dahulu. Jadikan diri anda terbebas dari masalah-masalah finansial dasar, sehingga ketika anda menolong orang lain, anda tidak digayuti banyak permasalahan keuangan untuk diri anda sendiri. Agak berat langkah anda, apabila harus memulai menolong orang lain dengan cara – mohon maaf – justru dengan cara ’berjualan proposal’.

Saran saya, mulai dahulu usaha anda dari dana yang anda miliki sendiri. Tunjukkan pada banyak orang, bahwa anda bisa melakukan sesuatu dengan segala kemampuan yang anda miliki. Setelah itu, saya yakin, tanpa harus membuat proposal ke sana ke mari, anda akan mendapatkan banyak bantuan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

 

Pemula Nih, Bisnis Plankton atau Bisnis Lain?

 

Jumat, 16 Jun 06 14:00 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamua alaikum wr. wb.

Saya baru lulus S1 jurusan biologi. Semasa kuliah, dosen saya ada yang memberi support (untuk semua mahasiswa pada mata kuliah tersebut) untuk memulai bisnis di bidang fishery, khususnya kultur plankton (mikroorganisme) untuk pakan alami (live food) ikan, karena di lokal belum banyak, dan harganya pun cukup mahal (100 ribu/volume botol selai).

Saya jadi tertarik. Modal Insya Allah ada. Cara kultur itu sendiri (setelah belajar melalui praktikum) sederhana (yah… ga tau juga sih kalo dikerjain sendiri di tempat yang bukan skala lab). Sehingga saya dan teman saya tertarik untuk bisnis plankton tersebut. Oya, saya pernah baca jawaban bapak, bahwa kita jangan tergiur berbisnis sesuatu yang sedang booming.

Pertanyaan:
1. Apakah bisnis plankton adalah bisnis booming, sehingga saya lebih baik cari bisnis lain?
2. Setelah survey, konsumen yang membutuhkan adalah yang berbentuk perusahaan. Bagaimana etika/cara berbisnis yang harus saya terapkan, sedangkan bisnis saya sendiri tidak berbentuk suatu perusahaan?
3. Saya dan rekan saya adalah perempuan, kadang-kadang, ketika merencanakan bisnis ini, ada kekhawatiran gender (apalagi mengingat bisnis yang akan kami geluti ini didominasi kaum pria), bagaimana cara mengatasinya?

Wulan Rahmatika
ulahilap at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

1. Mbak Wulan. Seingat saya, saya tidak pernah menyatakan bahwa kita jangan tergiur dengan bisnis yang sedang booming. Yang saya nyatakan adalah sekedar mengingatkan supaya calon wirausaha tidak masuk dalam bisnis-bisnis yang musiman atau bisnis yang mengandalkan publikasi media tetapi secara riil tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Masuk dalam kategori bisnis seperti ini adalah bisnis ikan lou han, cacing, jangkrik atau udang lobster air tawar.

Saya tidak tahu persis, plankton seperti apa yang ingin anda kultur. Tapi, saya punya cara mudah untuk menentukan bisnis itu riil atau hanya sekedar blow up media. Caranya, tanyakan pada pemberi informasi, di mana pasar riil dari produk yang ditawarkan. Dalam kasus anda, coba tanyakan kepada dosen anda, di mana bisa menjual plankton yang sudah dikultur. Dan jangan sekedar bertanya, tapi datangi langsung tempat atau orang yang ditunjuk oleh dosen anda. Buatlah diri anda yakin, bahwa pasar yang ditawarkan bukanlah pasar bayangan. Kalau dosen anda berkelit dengan alasan, bahwa informasi itu tidak bisa diberitahu pada anda, mintalah jaminan kepadanya untuk bisa membeli plankton yang sudah anda kultur dengan harga tertentu. Kalau yang bersangkutan tidak bersedia memberikannya, saya sarankan agar anda mencari jenis usaha lain yang lebih riil.

2. Mbak Wulan. Saya tidak punya perusahaan. Institut Kemandirian juga tidak punya legalitas sebagai unit usaha, baik berupa PT, CV atau lainnya. Tapi toh kami bisa bermitra dengan berbagai perusahaan besar teknis atau departemen seperti Garuda Maintenance Facility (GMF AirAsia), Pertamina, Astra, PT Arutmin (tambang batu bara), Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Departemen Perdagangan, Good Year, Merpati Nusantara Airlines dan sebagainya. Di awal penawaran kerjasama, yang kami tawarkan adalah beberapa keuntungan (profit ataupun benefit) yang bisa kami berikan pada lembaga-lembaga tersebut. Kami tidak membuat proposal permintaan bantuan dana.

Intinya, anda perlu menyusun strategi agar anda bisa bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa anda. Dan salah satu strategi terbaik adalah menawarkan manfaat usaha anda (profit atau benefit) terhadap kinerja perusahaan calon mitra anda.

3. Mbak Wulan. Berabad-abad lalu, seorang Khadijah sudah bisa menjadi saudagar besar dari kaum perempuan. Padahal jutaan perempuan lainnya dalam kondisi terpuruk di bawah kekuasaan kaum laki-laki. Pertanyaan saya buat anda, apakah anda mau menerima nasib apa adanya, tetap berada pada kondisi sekarang (yang menurut anda, ada di bawah bayang-bayang dominasi laki-laki) atau anda ingin mengubahnya?

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

Cara Sukses dalam Bisnis Saya

 

Rabu, 7 Jun 06 13:26 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum wr. wb.

Saya berencana memulai usaha menjadi agen salah satu produk olahan ikan dan ikan beku di daerah Malang. Target pasarnya instansi pemerintahan, hotel, restoran, warung makan dan jasa antar.

Apakah ada teknik dan tip khusus untuk menawarkan barang saya pada setiap segmen pasar yang saya sebutkan di atas? Berkaitan dengan banyaknya kompetitor atau pemain lama, bagaimana cara meloyalkan pelanggan yang telah kita peroleh? Saya mohon saran demi kesuksesan usaha saya.

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Edi. Dalam penjualan, tidak ada cara generik. Artinya, satu cara penjualan yang sukses diterapkan oleh suatu perusahaan, belum tentu cocok jika diterapkan di perusahaan anda. Jadi, dalam hal ini saya tidak bisa memberikan satu atau dua teknik penjualan yang pasti sukses. Saya hanya ingin memberikan rumusan umum agar anda bisa sukses dalam menjual produk.

Bung Edi. Guru bisnis saya pernah menyatakan bahwa kalau kita mau sukses dalam bisnis, setidaknya ada dua cara. Yang pertama adalah menjadi the first (yang pertama) dalam suatu kategori bisnis. Cara ini, tidak bisa anda lakukan, karena di luar sana, sudah banyak kompetitor yang sudah karatan di bisnis ini. Tapi jangan khawatir. Banyak orang yang menjadi follower, yang juga sukses. Caranya, jadilah berbeda (different). Itu cara yang kedua.

Bung Edi. Pakar pemasaraan di tanah air pernah menyatakan bahwa di dunia ini hanya ada satu kategori bisnis, yaitu layanan. Jadi, rumus satu-satunya untuk mempertahankan pelanggan anda, adalah dengan memberikan kepadanya layanan yang benar-benar prima. Di lapangan, pelanggan atau calon pelanggan anda, mempunyai preferensi atau ketertarikan tertentu dalam melakukan pembelian. Ada pelanggan yang senang harga murah. Ada pelanggan yang senang tempat belanja yang nyaman. Ada pelanggan yang senang membeli sesuatu cukup dengan telepon.

Intinya, kunci dari penjualan adalah pemahaman penjual terhadap segala kebutuhan pembelinya. Jadi, pahami pelanggan anda. Jika anda bisa memenuhi kebutuhan semua segmen pelanggan anda, maka lakukan semua hal. Contohnya yahoo.com. Semua segmen layanan disediakan sehingga pelanggan yahoo.com bisa menggunakan situs itu secara gratis. Tapi jika anda punya keterbatasan, maka anda juga harus membatasi pelanggan anda. Fokuslah pada segmen pelanggan yang sesuai dengan sumber daya anda.

Terakhir, ini pesan saya kepada para penjual. Ada satu juta patung. Hanya ada satu patung yang jika dicium akan berubah menjadi emas. Pertanyaannya, bagaimana cara anda untuk secepatnya mendapatkan patung emas itu?

Jawabannya, anda harus secepatnya mencium semua patung yang ada, sampai anda dapatkan satu patung emas. Begitu juga dengan penjualan. Rumus pertama yang harus anda lakukan adalah menawarkan produk anda kepada banyak calon pelanggan. Sepanjang perjalanan waktu, anda akan banyak belajar soal watak pelanggan. Anda akan tahu dengan sendirinya, siapa saja calon pelanggan anda. Dengan demikian, lama-kelamaan anda tidak perlu menawarkan pada banyak orang. Anda sudah menyeleksi sendiri calon-calon pelanggan anda.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

 

 

 

Merintis Usaha Toko Obat

 

Selasa, 6 Jun 06 15:09 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Asl. wrh. Allah wb.

Pak Zainal ysh.
Saya Denny Juzaili mahasiswa Farmasi UI semester 2. Langsung aja ya. Saya merencanakan untuk merintis usaha toko obat sekaligus apotek ketika saya di tahun ke-tiga kuliah. Usaha ke arah sana sudah saya mulai dari saat ini yaitu dengan mencari senior saya yang sedang kuliah apoteker di UI.

Namun saat ini saya agak bingung bagaimana cara mendapatkan dana segar untuk menjadi modal kerja awal. Untuk diketahui oleh bapak, saya bermaksud bekerja sama dengan perusahaan/industri farmasi. Jadi mereka menitipkan obat ke toko saya dan saya yang memasarkan. Itu rencana pertama.

Rencana kedua, saya ingin membuat proposal untuk memohon dana kepada pengusaha-pengusaha yang sudah berkecimpung di perbisnisan Indonesia. Saya ingin bertanya, bagaimana cara saya membuat proposal tersebut. Apakah ada format khusus? Apa saja materi-materi yang harus ada di proposal? Dan kalau bisa, bapak memberikan masukan kepada saya, langkah-langkah apa saja yang harus saya jalani.

Sekian saja pak Zainal. Terima kasih banyak. Semoga Sukses.

Maan Najah,

Denny Juzaili
untukdenny at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.

Bung Denny. Seringkali seseorang menghadapi masalah, dan ia berharap solusi atas permasalahan itu ada di tangan orang lain. Misalnya dalam permasalahan yang sedang anda hadapi. Anda kesulitan dalam permodalan, dan solusi yang anda harapkan adalah meminta bantuan dari orang lain, entah itu dari kakak kelas anda, atau dari para pengusaha yang sudah mapan.

Bung Denny. Ketahuilah bahwa hidup ini, tidak semudah yang anda bayangkan.

Seringkali bantuan yang anda harapkan datang dari orang lain, tidak kunjung datang. Ratusan proposal yang anda buat dan sebarkan, tidak kunjung mendapat sambutan. Pertanyaan berikutnya, sampai kapan anda bertahan dengan keyakinan, bahwa solusi masalah anda ada di tangan orang lain?

Dalam hidup ini, saya sering bertemu atau mendengar cerita-cerita tentang orang-orang besar yang sukses. Berbeda dengan banyak orang, yang mencari solusi dari luar dirinya, mereka lebih sering mencari solusi dari dalam diri mereka sendiri. Artinya, jika mereka merasa membutuhkan modal, mereka tidak membuat proposal dan mencari bantuan orang lain. Mereka bekerja dahulu untuk mendapatkan dana yang mereka butuhkan. Tidak semua dari mereka mampu membuat pernyataan atau pendapat yang menjadi filosofi hidupnya, tetapi jejak hidup mereka seolah meneriakkan, ”Saya harus berkorban untuk diri sendiri dahulu, sebelum orang lain berkorban untuk diri saya.”

Bung Denny. Saran saya untuk anda, lupakan dulu meminta bantuan orang lain. Mulai lah bekerja untuk mengumpulkan dana segar. Kalau anda punya aset pribadi berupa sepeda motor atau lainnya, mungkin bisa anda jual dahulu. Kalau anda butuh modal sebesar sepuluh juta rupiah, mungkin lebih mudah mendapatkan bantuan orang lain jika anda sudah memiliki lima juta rupiah. Kalau anda belum memiliki apa-apa, tapi hanya berharap bantuan orang lain, pasti akan banyak yang bertanya-tanya, “Usaha anda apa?”

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam wr. wb.
Zainal Abidin

 

Bertani Organik atau Beternak Lele dan Belut?

 

Jumat, 5 Mei 06 09:06 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum.


Saya ingin memulai usaha pertanian organik, namun menurut teman saya perputaran uangnya tidak begitu cepat (tidak dapat dipastikan jangka waktu berapa lama pengelola dapat keuntungan), modalnya pun cukup besar dan prosesnya cukup beresiko menyesuaikan dengan musim (cuaca). Lalu teman saya menganjurkan saya untuk beternak lele atau belut yang resiko dan prosesnya tidak begitu sulit. Menurut ustadz baiknya mengambil usaha apa, dilihat dari peluang pasar saat ini?

Jazakumulloh khoir atas jawabannya…

Wassalamu’alaikum,

Tessa Krisna Dewi
teca at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Tessa. Keputusan manusia untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, selalu didasarkan oleh informasi yang ada dalam kepalanya, terlepas dari benar tidaknya informasi tersebut. Dalam kasus anda, bisa jadi informasi (langsung atau tidak langsung) yang diterima oleh kawan anda memang demikian adanya. Usaha pertanian organik lebih sulit dan lebih tinggi resikonya dibandingkan dengan usaha beternak lele atau belut. Dan selanjutnya, karena anda begitu percaya pada teman anda, anda begitu saja bisa terkena pengaruh. Informasi negatif yang anda terima dari kawan anda, begitu saja anda terima. Setidaknya, niat anda untuk bertani organik jadi tertunda akibat pembicaraannya.

Saran saya, tanya pada teman anda, apakah ia pernah mengalami sendiri beberapa pengalaman yang diceritakannya, misalnya pernah bangkrut karena bertani organik, atau sukses beternak lele atau belut. Kalau ya, anda bisa ikuti jejaknya beternak lele atau belut, karena anda akan belajar banyak dari pengalamannya. Tapi kalau jawabannya tidak, lebih baik anda tidak dengarkan omongannya. Orang-orang seperti ini sangat berpotensi menjadi dream stealer (pencuri mimpi) anda. Lebih baik anda cari orang yang sukses bertani organik, dan belajarlah darinya.

Anda menulis bahwa usaha tani organik tidak bisa dipastikan jangka waktu berapa lama usaha tersebut menguntungkan), perlu modal besar dan rentan resiko cuaca. Pertanyaan saya:

a. Adakah usaha yang benar-benar bisa dipastikan jangka waktu sampai usaha tersebut menguntungkan?
b. Apakah usaha beternak lele atau belut bisa dipastikan kapan bisa menghasilkan keuntungan?
c. Misalnya anda punya dana Rp 100.000,- atau Rp 1.000.000,- Apakah anda hanya bisa beternak lele atau belut, tapi tidak bisa mulai berusaha bertani organik?
d. Apakah usaha beternak lele atau belut lebih aman daripada bertani organik?

Mbak Tessa. Salah satu sikap seorang wirausaha yang tidak bisa ditawar-tawar adalah sikapnya yang independen. Ia bisa menerima informasi dari banyak sumber, tetapi ia punya otoritas penuh untuk memutuskan langkah apa yang akan atau tidak akan dilakukannya.

Terakhir, jangan memilih jenis usaha berdasarkan trend sesaat. Bisnis seperti ini, akan membawa anda pada bisnis-bisnis sekali pukul, yang sangat boom di satu saat tetapi kemudian drop dan tidak bisa recovery lagi. Coba lihat bisnis peternakan cacing, ikan lou han atau pun jangkrik. Bagi saya pribadi, bisnis haruslah bisa dijalankan, apapun kondisinya. Memang ada saat-saat di mana kondisi bisnis sedang sepi. Tapi saran saya, jangan tinggalkan bisnis anda ketika sedang sepi. Lakukan sesuatu agar bisnis itu bisa terus bertahan. Di dunia selalu ada waktu-waktu tertentu di mana bisnis redang resesi, tapi apakah semua bisnis jatuh ke titik terendah pada saat itu? Ternyata tidak. Justru di saat-saat krisis, banyak bisnis bertumbuhan dan mencapai titik puncak.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

yang Cocok Saat Ini

 

Jumat, 5 Mei 06 09:06 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Pak Zaenal Abidin, saya ingin menanyakan usaha yang menurut bapak adalah usaha yang mempunyai prospek yang bagus untuk saat ini.

Flya Indah
flya121 at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Indah. Coba lihat sekeliling tempat tinggal anda. Perhatikan usaha-usaha apa saja yang menurut anda cukup berkembang dalam satu tahun ke belakang. Bisa jadi anda akan menemukan usaha perbengkelan, servis AC, warung bakmi, jasa travel, training dan pelatihan dan sebagainya. Pada intinya, berdasarkan pengalaman saya, prospek usaha ditentukan bukan hanya pada jenis usahanya, tetapi juga pada bagaimana sang pengusaha mengelolanya.

Jadi, dalam hal pemilihan jenis usaha, saya tidak fokus pada the gun (senjatanya), tetapi lebih pada the man bhind the gun (manusia di belakang senjata itu). Artinya, sebaik apapun prospek usahanya, kalau manusia yang mengelola usaha itu tidak mahir dan profesional, maka usaha itu cepat atau lambat akan bangkrut.

Saran saya, coba pilih satu jenis usaha yang benar-benar anda sukai. Setelah itu, coba lah untuk menguasai alur usaha tersebut, mulai dari bahan baku sampai pasca penjualan. Ingat! Anda tidak perlu belajar secara teknis. Yang harus anda pelajari adalah alur usaha.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidi

Membentuk Mental Wirausahawan

 

Kamis, 4 Mei 06 12:58 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu alaikum,

Mas Zaenal, saya baru sadar pentingnya wirausaha ketika saya sudah bekerja, tapi untuk meninggalkan pekerjaan saya masih belum bisa karena harus menopang biaya hidup, kuliah dan kadang membantu orang tua.

Saya sudah memulai bernisnis rental, kursus komputer dan baru berjalan sekitar 25 hari, tapi kadang ketika mendengar monitor rusak dan biaya perawatan tinggi kadang saya berpikir ternyata tidak gampang menjadi seorang pengusaha bermental baja. Bagaimana cara memupuk mental wirausaha yang kuat?

Apakah mitos wirausaha adalah turunan adalah sebuah keniscayaan? Karena mind set saya dari kecil seolah dibentuk untuk menjadi seorang buruh/pekerja baik pabrik maupun kantoran, bagaimana cara mengatasinya?

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamualaikum,

Adi Mawardi
adimawardi at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Adi. Menjadi pengusaha tentu tidak segampang membalik telapak tangan. Kalau hanya segampang itu, tentu di dunia ini tidak ada orang-orang berstatus karyawan. Semuanya pengusaha, karena penghasilannya tentu lebih besar dari karyawan. Dan, pengalaman sejauh ini memang membuktikan, bahwa seorang pengusaha yang sukses memiliki otot mental yang kuat, lentur dan tidak mudah putus.

Bung Adi. Seperti orang bersekolah, untuk naik kelas selalu ada ujian. Begitu juga kalau anda mau jadi pengusaha. Bagaimana anda mau jadi pengusaha sekelas Bill Gates atau Steve Jobs kalau hanya urusan monitor saja sudah membuat anda berpikir ulang? Saran saya, hadapi masalah, dan cari solusinya. Toh anda masih bekerja, dan pasti masih memiliki penghasilan di akhir bulan. Sisihkan sebagian gaji anda untuk membeli monitor, dan lanjutkan usaha rental komputer anda.

Bung Adi. Sebatang besi bisa menjadi pisau yang tajam karena harus berkali-kali dipanaskan pada suhu yang ratusan derajat celcius, dipukuli berkali-kali dengan palu yang beratnya puluhan kilogram dan diasah dengan alat pengasah yang menyakitkan. Jadi, kalau anda mau menjadi pengusaha bermental baja, hadapi masalah anda, dan cari solusinya. Dan sebelumnya akan saya ingatkan, begitu anda dapatkan solusi atas masalah anda, saya yakin akan muncul masalah lainnya. Mengapa? Karena dalam hidup ini, manusia memang selalu dihadapkan pada masalah.

Bung Adi. Saya merasa beruntung pernah sekolah di Fakultas Peternakan. Saya banyak belajar tentang sifat dan perilaku binatang. Dan kebetulan, penelitian saya berkaitan dengan genetika. Sehubungan dengan pertanyaan anda soal mitos wirausaha, saya yakin sekali bahwa seseorang menjadi wirausaha bukan lah soal keturunan tapi soal pilihan atau kemauan. Saya seringkali memberikan contoh paling ekstrem. Ada dua orang anak. Satu anak adalah putra seorang maling, dan satu anak lagi adalah putra seorang kyai. Sejak kecil, coba tukar posisi anak-anak tersebut. Anak kyai diasuh dan dibesarkan dalam keluarga maling, dan anak maling diasuh dan dibesarkan oleh keluarga kyai. Saya yakin, anak kyai akan menjadi maling di tangan pendidik yang juga maling, dan anak maling akan bisa jadi kyai di tangan seorang pendidik yang kyai.

Bung Adi. Kunci sukses anda, ada di tangan anda sendiri. Bukan di tangan orang tua anda, boss anda atau pun orang lain. Caranya mudah. Ubah saja mind set anda. Sebagai manusia dewasa, anda punya otoritas penuh untuk memilih. Terus menjadi buruh kecil atau mau jadi bos besar. Dan percayalah pada keajaiban pikiran, karena bagaimana pun, anda adalah apa yang anda pikirkan. Tapi ingat. Bukan hanya berpikir, tapi juga bertindak sesuai dengan yang anda pikirkan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat mengubah mind set dan menjadi pengusaha sukses. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Bagaima Cara Memotivasi Diri Sendiri untuk Selalu Menjadi Pengusaha Sukses

 

Jumat, 21 Apr 06 10:56 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaiku wr. wb.

Pak Zainal Abidin yang saya hormati, saya ingin bertanya bagaimana cara membuat perjanjian usaha agar kita tidak mudah ditipu oleh orang yang ingin pinjam modal usaha tertentu dan bagaimana orang kepercayaan kita tetap amanah.
Kemudian pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara memotivasi d
iri sendiri untuk selalau menjadi pengusaha yang sukses.Pertanyaan terakhir adalah bagaimana mengatasi kebingungan mau berwirausaha untuk modal saya ada 100 juta-an kira-kira usaha apa yang baik dan bagus.Atas jawabanya saya ucapkan TERIMA KASIH semoga ALLAH SWT memberi balasan yang setimpal. WASSALAMUALAIKUM WR.WB.

Much Kasmui
mui_ts at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Kasmui. Satu-satunya cara mencegah penipuan yang dilakukan oleh orang-orang berniat meminjam modal usaha adalah tidak memberi mereka pinjaman. Anda boleh menganggap hal ini sebagai lelucon. Tapi saya sungguh-sungguh serius. Membuat perjanjian yang dilengkapi dengan sanksi dan imbalan tertentu, mungkin bisa mencegah penipuan. Tapi coba tengok ke luar sana. Berapa banyak isi perjanjian yang tidak bisa dilaksanakan karena pihak mitra yang menanda-tangani perjanjian buron tak tentu rimbanya. Saran saya, cobalah memulai bekerjasama untuk hal-hal kecil, yang nominal uangnya tidak terlalu besar. Tentu saja dengan perjanjian yang memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Sepanjang kerjasama itu, ada baiknya anda memperhatikan sepak-terjang mitra anda. Bisa anda amati cara-caranya beribadah, apa-apa yang dilakukan dan diucapkannya. Atau sesekali anda bisa datang bertamu atau bahkan bermalam di rumahnya. Hasil pengamatan anda, akan menentukan apakah kerjasama itu bisa dikembangkan atau tidak.

Bung Kasmui. Seseorang akan tetap menjadi amanah (loyal) karena dua hal. Yang pertama karena memang sudah menjadi sifat bawaannya. Yang kedua, karena ia mendapatkan apa yang diinginkannya. Jadi, ada baiknya juga jika anda selalu dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan mitra anda berdasarkan perhitungan yang wajar. Misalnya, pada awal usaha, ia menginginkan penghasilan sebesar satu juta rupiah, dan diberi kendaraan operasional. Setelah usaha berjalan lima tahun, keinginan itu pasti sudah berubah. Bisa jadi juga, usaha anda sudah berkembang. Dengan kondisi demikian, anda harus meningkatkan penghasilannya, atau mengganti kendaraan operasionalnya. Bagi saya, loyalitas harus timbal balik. Karyawan atau orang kepercayaan akan loyal pada majikan jika majikan pun loyal padanya.

Bung Kasmui. Setiap orang punya kiat sendiri untuk menjaga dan memotivasi diri. Saya pribadi, sering juga turun semangat jika upaya yang saya lakukan belum berhasil. Ketika itu terjadi, saya mencoba untuk tetap teguh pada tujuan yang sudah saya tetapkan. Saya sangat yakin, kegagalan demi kegagalan akan semakin mendekatkan diri saya pada keberhasilan yang saya cita-citakan. Dan biasanya, saya cukup melompat-lompat sambil meneriakkan tujuan hidup saya. Seorang kawan, sering berziarah kubur di malam hari, ketika ia sedang down. Bukan untuk mencari atau meminta sesuatu, tetapi untuk mengingatkannya pada kematian. Setiap kali ia merenung di lokasi pemakaman, ia bisa membangkitkan semangatnya kembali. Apa yang saya atau kawan saya lakukan, dalam bahasa NLP disebut anchoring (jangkar). Untuk itu saya sarankan, agar anda mencari anchor (jangkar) yang bisa memandu anda untuk kembali pada semangat anda. Cari satu kegiatan sederhana, yang setiap kali anda lakukan, semangat anda bisa bangkit. Sebagai contoh, Andre Agassi membangkitkan semangatnya hanya dengan menggoyangkan kucir rambutnya.

Terakhir, saya sarankan pada anda untuk bekerjasama dengan orang-orang yang sudah berhasil. Tapi, anda harus hati-hati. Jangan investasikan seluruh dana anda secara langsung. Seratus juta rupiah bukan jumlah yang sedikit. Ada baiknya anda menginvestasikan waktu anda untuk belajar sebelum menginvestasikan uang. Cari informasi sebanyak-banyaknya soal bidang-bidangn bisnis yang anda senangi. Jika anda berminat serius, dengan senang hati kami akan membantu. Syaratnya, anda harus datang ke Institut Kemandirian, di jalan Kecapi 49 Jagakarsa Jakarta Selatan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Prospek Bisnis Ikan Air Tawar

 

Kamis, 13 Apr 06 10:51 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum pak Zainal.
Saya tertarik dengan usaha ikan air tawar, tetapi saya belum tahu cara budidayanya, apakah saya perlu pelatihan budidaya dulu, jika ada di mana? Lalu, apakah saya perlu riset pasar terlebih dahulu, atau apakah yang harus saya siapkan untuk bisnis ini?

Irma Suryani
doughas at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Irma. Dalam satu rangkaian pelaksanaan usaha, secara sederhana terdapat tiga tahap, yaitu input, proses dan output. Apapun usaha yang akan anda jalankan, yang harus anda perhatikan terlebih dahulu adalah output. Kira-kira, apa output yang akan anda hasilkan dan bagaimana memasarkannya. Itu sebabnya, riset pasar sangat perlu dilakukan. Bagaimana pun, satu-satunya kegiatan usaha yang menghasilkan uang adalah pemasaran.

Jika anda sudah tahu output apa yang akan anda hasilkan, maka anda bisa melakukan identifikasi, input apa yang dibutuhkan dan proses seperti apa yang harus anda lakukan, sehingga output yang anda inginkan bisa dihasilkan. Yang pasti, anda memang harus belajar. Bisa ikut pelatihan budidaya yang informasinya tersedia di berbagai majalah dan tabloid agribisnis.

Cara lain, bisa juga anda belajar secara informal dengan menjalin kerjasama dengan orang yang sudah berhasil di bidang yang anda inginkan. Sejarah membuktikan, para pemenang hadiah Nobel Fisika adalah murid dari para pemenang Nobel Fisika sebelumnya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

 

 

Berhutang untuk Berwirausaha

 

Selasa, 28 Mar 06 13:02 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kepada Yth. Bapak Zainal A.

Saat ini saya sedang bingung dan serba salah. Keinginan saya untuk memulai berwirausaha yang sudah lama sekali selalu saja terbentur dengan berbagai keperluan keluarga di rumah, Jadi, sulit sekali rasanya untuk menyisihkan uang sebagai modal usaha. Apa perlu saya meminjam uang kepada seseorang untuk mewujudkan usaha tersebut? Perlu diketahui, gaji saya saat ini sebesar Rp 700.000-1000.000. Bagaimana pandangan bapak dengan modal pinjaman? Sekian. Terima kasih.

Wassalam,

Anazwan
iyath at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Ada pengusaha yang mengajarkan kaidah berusaha dengan menggunakan modal uang orang lain. Masalahnya, adakah orang lain yang mau meminjamkan uangnya pada anda, yang sama sekali belum menjalankan usaha? kalau ada, silahkan anda meminjam uang dari orang tersebut untuk memulai usaha. Hanya saja, menurut saya pribadi, jarang sekali ada orang yang mau memberikan pinjaman kepada seseorang yang sama sekali belum punya usaha. Dengan kata lain, mencari pinjaman uang dari orang lain untuk memulai usaha hanya buang-buang waktu dan tenaga saja. Lebih baik anda melakukan penghematan habis-habisan terhadap gaji bulanan anda.

Bung Anaz. Mungkin anda benar. Anda merasa sulit untuk menyisihkan sebagian gaji anda untuk modal usaha. Dan, satu-satunya cara untuk melawan rasa sulit itu adalah memaksa diri anda untuk menyisihkan sebagian gaji anda. Di luar sana, banyak orang yang memiliki gaji lebih kecil dari anda, dan mereka bisa menabung. Di luar sana juga, ada orang yang punya gaji lebih besar daripada anda, tapi sama sekali tidak punya tabungan. Pertanyaannya, anda mau jadi seperti orang yang mana? Siapa pun yang anda pilih, lakukan saja apa yang mereka lakukan.

Bung Anaz. Sebuah fakultas psikologi di luar negeri pernah melakukan beberapa riset terhadap anak-anak berusia 5 – 6 tahun. Setiap anak diberi satu buah permen coklat. Apabila anak-anak tersebut mampu menahan keinginannya memakan permen selama satu jam, maka kepadanya akan diberikan satu permen coklat lagi. Jika anak-anak itu mampu menaham keinginannya memakan coklat selama 2 jam, maka kepadanya akan ditambah dua permen coklat. Begitu selanjutnya. Hasilnya, di bawah 10 persen dari jumlah anak-anak yang disurvei, yang mampu menahan keinginannya memakan permen sampai 3 jam. Sebagian besar (di atas 60 persen), memakan permennya tanpa menunggu satu jam pun. Dan ternyata, begitu lah kehidupan. Orang-orang yang mampu menunda kesenangan, akan memperoleh kesenangan yang lebih pada waktu berikutnya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat menabung. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Ada Kemauan Tapi Tak Ada Modal

 

Selasa, 28 Peb 06 10:36 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum,
Permasalahan yang saya hadapi dalam memulai bisnis adalah kemauan yang besar untuk memulainya, tapi modal tak ada, apakah mencari pinjamam itu jalan terbaik.

Umi Latifah
latif_umi at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Saya sering memberikan contoh yang ekstrem untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Bayangkan anda ada di sisi sebuah gedung bertingkat 20. Dari puncak gedung, saya menjulurkan seutas tambang, dan memerintahkan anda untuk naik ke atas. Saya sangat yakin, anda tidak akan mau naik. Mengapa? Tidak ada alasan bagi anda untuk naik ke atas. Apalagi anda bukan seorang pemanjat gedung.

Tapi akan sangat berbeda, apabila di puncak gedung, saya memerintahkan anda untuk naik. Di puncak gedung, ada orang tua anda yang segera saya dorong jatuh jika anda tidak naik. Jika anda naik, orang tua anda selamat, dan anda dapat bonus satu juta dollar. Saya sangat yakin, anda akan berusaha untuk naik untuk menyelamatkan orang tua anda sekaligus mendapatkan bonus satu juta dollar.

Dalam hal ini, kemauan besar saja tidak cukup. Harus ada pendorong lain yang membuat anda tidak punya pilihan selain bertindak. Ingat, tindakan lah yang membuat orang sampai pada titik kesuksesan. Bukan kemauan. Kemauan besar tanpa tindakan adalah bullshit.

Cari pinjaman, mungkin salah satu cara. Tapi, siapa yang bisa memberi pinjaman untuk anda. Adakah orang yang mau mempercayakan uangnya pada anda? Kalau ada, temui orang itu, dan pinjam lah uangnya. Tapi kalau tidak ada, lebih baik anda berusaha sendiri. Bekerja dahulu. Itu cara terbaik, menurut saya. Bayangkan diri anda sedang terhanyut di sungai. Tidak ada seorang pun di sekitar sungai. Kalaupun anda berteriak-teriak sampai suara anda habis, tidak akan ada orang yang menolong. Bisa-bisa, anda akan ditolong orang setelah anda jadi mayat. Jadi, lebih baik anda berusaha sendiri untuk menepi, dan berpegangan pada benda-benda yang bisa menolong anda tidak terus hanyut.

Mbak Umi. Lakukanlah apa yang anda bisa. Jangan menunggu orang lain mengulurkan tangan.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

 

 

mohon saran

 

Senin, 9 Jan 06 13:07 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’amalikum Wr. Wr.

Bapak Zainal Abidin yang di mulyakan Allah SWT, mudah-mudahan bapak dalam keadaan sehat wal afiat, amin.

Bapak, saya ingin berencana membuka atau jualan AMPYANG, makanan kas Jawa Tengah, sebab di JABOTABEK makanan ini tidak ada. Mungkinkah saya bisa berhasil dan bagaimana cara pemasarannya untuk ke depan? Apakah lewat warung-warung kopi, atau ke supermarket, dan berapa modal yang harus di butuhkan?

Terima kasih atas saran dan nasihat bapak, mudah-mudahan menjadi bahan pertimbangan buat saya untuk memulai usaha.

Wassalamu Alaikum Wr.Wr.

Fahrudin
diun at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Fahrudin. Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh para calon wirausaha adalah tidak pernah berani mencoba. Thomas Alva Edison berhasil membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Jadilah bola lampu. Edward Jenner, berhasil membuat sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada. Jadilah vaksin. Wright bersaudara berhasil membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Jadilah pesawat terbang. Apalagi anda? Barangnya sudah ada. Anda hanya tinggal memindahkan dari Jawa Tengah ke Jakarta.

Mungkin berhasil? Kemungkinan selalu ada. Dan anda berhasil atau tidak, terbukti setelah anda mencoba atau memulai usaha. Bagaimana memasarkannya, tentu tergantung segmen pasar yang anda bidik, serta skala usaha anda. Kalau modal terbatas, lebih baik anda bergerak dari level bawah (warung-warung kopi dan sejenisnya). Tapi kalau sasaran anda kaum menengah dan modal anda cukup banyak, arahkan bidikan anda ke supermarket.

Bung Fahrudin. Berapapun uang yang ada di kantong anda, itu cukup untuk bisnis ampyang. Bahkan pun jika anda sama sekali tidak punya uang, anda bisa mulai berjualan. Tentu saja, anda harus berhasil meyakinkan juragan ampyang yang sudah eksis. Bagi saya pribadi, modal mental punya peranan yang lebih besar daripada sekedar banyaknya jumlah uang yang anda miliki. Mike Tyson punya penghasilan milyaran dollar, tapi di akhir karirnya malah punya hutang. Penyebabnya satu, mentalnya jeblok. Kebalikannya, seorang pengemis di Italia, masih tetap jadi pengemis di umur lanjutnya, tapi kalau di awal karir ia hanya naik kendaraan umum ke tempatnya mengemis, ketika sudah makin tua, ia ke tempat kerjanya dengan diantar mobil pribadi. Penyebabnya juga satu, mentalnya oke punya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

takut mulai usaha dan takut gagal

 

Senin, 9 Jan 06 09:17 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alikum,
Bapak Zainal, mohon arahan dan motifasi supaya saya mau dan berani berwira usaha. Saya ingin sekali berwira usaha tetapi kendala saya:


1. Takut untuk memulai usaha,
2. Bingung milih usaha,
3. Modal terbatas,
4. Pernah melakukan usaha jual beli tapi tidak laku jadi saya anggap saya tidak punya kepintaran dalam berdagang dan saya tidak berbakat,
5. Saya tidak pandai menawarkan dagangan,
6,7. Saya dulunya orang yang tertutup dan minder.

Atas jawaban dan bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum,

Wanita
hamawi at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Saran saya yang pertama adalah, hapuskan pikiran-pikiran negatif tentang diri anda. Jangan selalu melihat masalah yang anda hadapi hanya sebagai masalah. Mengapa? Karena sepotong surat anda, sudah sangat menggambarkan bagaimana cara anda memandang sesuatu. Allah sudah memberi banyak hal pada anda, dan fokuslah pada yang sudah diberikan Allah itu. Jangan fokus pada yang belum diberikan!

1. Anda takut memulai usaha. Apa yang anda takutkan? Rugi? Kalau takut rugi, jangan berharap untung. Dalam usaha, selalu ada resiko. Bisa untung, bisa rugi, atau hanya sekedar impas. Dan, ketiga resiko itu ada dalam satu paket. Tidak ada usaha yang tanpa resiko rugi. Tinggal fokus anda ada di mana. Kalau fokus di rugi, maka usaha itu tidak akan pernah anda laksanakan. Tapi kalau fokus pada keuntungan, insya Allah anda akan mulai berusaha.

2. Tidak ada seorang pun yang lebih mengerti diri anda, kecuali anda sendiri. Jadi, tanyakan pada diri anda sendiri, apa usaha yang anda sukai. Kalau ada saran dari orang lain, anggaplah sebagai referensi yang akan membantu anda mengambil keputusan. Tapi keputusan itu adalah keputusan anda. Jadi anda harus bertanggung jawab terhadap keputusan itu. Jangan mencari kambing hitam karena keputusan yang anda ambil hasilnya berbeda dari yang anda harapkan.

3. Kalau modal anda terbatas, ya kumpulkan uang dulu. Caranya, ya anda bekerja dahulu. Prihatin dahulu. Atau, cari investor yang mau membiayai ide bisnis anda. Mau kerja dahulu atau mencari investor, pilihannya ada pada anda. Mana yang peluangnya paling besar?

4. Jika anda anggap diri anda tidak berbakat, tidak mampu berdagang, maka anda akan jadi orang yang seperti itu. Padahal, apakah ketika anda belajar membaca, anda langsung bisa? Apakah ketika anda belajar berjalan, anda sudah langsung bisa berlari? Saya yakin, jawabannya tidak, karena penguasaan seseorang terhadap suatu keterampilan harus melalui sebuah proses. Sekali mencoba dan gagal, bukan berarti percobaan berikutnya juga gagal, kan?

5. Ini data yang saya punya. Seorang sales yang sukses ditolak lebih banyak orang. Jadi, kalau mau jadi sales yang sukses, anda harus bersedia ditolak orang lebih banyak. Setelah ditolak banyak orang, anda akan belajar, bagaimana supaya tidak ditolak. Sampai akhirnya, apapun yang anda jual, orang akan membelinya.

6. Mohon maaf. Saya mungkin kurang gaul. Tapi saya sungguh tidak mengerti arah pertanyaan anda no. 6 dan 7. Anda bisa menanyakan ulang jika anda masih berminat untuk menanyakannya.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Bagaimana memulai usaha ?

 

Jumat, 6 Jan 06 18:09 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamualaikum Wr. Wb.


Bapak Zainal Yth., saya sekarang bekerja pada perusahaan yang bergerak dibidang TI (Teknologi Informasi) sudah lebih dari 3 tahun. Tapi sebelumnya saya pernah punya rental komputer sendiri, tapi karena suatu dan lain hal usaha itu berhenti sampai sekarang (sekali waktu masih ada orang-orang yang meminta memakai jasa saya seperti merakit ataupun teknisi).

Masalahnya sekarang adalah kadang saya rindu sekali kepingin punya usaha sendiri entah itu apapun bentuk usahanya. Bagaimana saya bisa memulai dan tolong saya diberikan motivasi dan semangat untuk dapat berwira usaha, karena terkadang saya masih setengah-setengah niatan ke arah situ. Bagaimanakah caranya agar semangat untuk berwira usaha bisa terus menyala di diri saya? Atas saran dan nasehatnya saya ucapkan terima kasih. Wassalam.

Fajar Siddieq
fsiddieq at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Fajar. Saya yakin, di sela-sela kesibukan anda sebagai staf di bidang TI, anda masih punya waktu luang yang bisa anda manfaatkan untuk mulai menjalani bisnis anda sendiri. Dan sebenarnya itu sudah anda jalankan, sekalipun tidak anda seriusi. Saran saya, mulailah melakukan pekerjaan sampingan anda dengan serius. Kalau selama ini anda hanya menerima order dari kenalan-kenalan anda, cobalah untuk lebih ekspansif. Pasang iklan baris di koran-koran misalnya. Terima order dari orang lain, dan jika waktu anda sangat terbatas, anda bisa mendidik karyawan, yang bisa melaksanakan order yang anda terima.

Sebelum mulai berwirausaha, coba tanyakan pada diri anda sendiri, apa yang anda inginkan dari usaha anda tersebut. Apa yang anda impikan di masa depan, yang bisa anda capai HANYA dengan cara berwirausaha. Begitu pentingnya impian itu, karena impian itu lah yang akan menuntun anda bergerak. Seperti sebuah titik cahaya ketika anda berada dalam kegelapan. Lakukan segala cara (yang baik dan halal tentunya) untuk mencapai titik cahaya itu.

Jadikanlah impian itu sebagai alasan yang sangat kuat bagi anda untuk terus bergerak. Tidak ada yang sanggup menghentikan usaha anda mencapai impian itu, kecuali Allah mencabut nyawa anda. Jika anda sudah kaitkan alasan yang kuat dengan impian masa depan, maka semangat anda untuk terus bertindak tidak akan pernah terhentikan. Anda akan menjadi seorang yang unstoppable. Tidak terbendung.
Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

 

Bagaimana mendapatkan sumber pendanaan?

 

Jumat, 6 Jan 06 18:05 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum,
Yth. Pak Zainal Abidin, perkenalkan saya Adi yang menulis pertanyaan tersebut di atas. Nama lengkap saya Saptadi K. Hadiwardoyo, dengan data lengkap seperti di bawah ini:


Nama perusahaan: PT. Archipelago Senoadi Perkasa (ASP)
Bidang Usaha: Bioremediation Alamat kantor: Bogor Hp: 0813-1518-0494 Proyek: Bioremediasi Oil Sludge Project Owner: Baker Hughes Drilling Fluids/Total Indonesie E&P Project Location: Palaran-Samarinda-Kaltim

Apabila diperlukan saya bersedia bertemu dan menunjukkan proposal serta kontrak proyek tersebut atau mohon diberikan kontak Pak Zainal agar bisa dihubungi. Terima kasih.

Wassalam,


adi at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Ahmad. Jawabannya sangat tergantung pada jenis usaha yang ingin anda jalankan. Kalau usahanya adalah sebuah bengkel dengan investasi awal 50 juta, saya pikir tidak bisa. Bukan tidak bisa sama sekali tentunya. Jika anda adalah orang yang sudah bisa dipercaya, jangankan usaha dengan modal awal Rp 50 juta. 1 milyar pun anda bisa memperolehnya dengan cepat. Tapi jika anda baru mau mulai usaha, modal tidak punya, usaha belum ada, saya pikir anda akan mengalami kesulitan dalam mencari dan memperoleh investor.

Dalam mencari investor, sebaiknya anda tidak menggunakan pola berpikir anda sendiri sebagai pelaksana atau pengelola usaha. Cobalah untuk berpikir sebagai seorang investor yang selain menginginkan keuntungan, juga mengharapkan keamanan uangnya. Seorang investor yang benar, tidak hanya berpikir soal keuntungan semata. Ia juga harus melihat potensi kerugian yang bisa terjadi, dan yang dilihat pertama kali adalah faktor manusianya. Bukan faktor bidang usahanya.
Jadi, jika anda berniat mencari dan memperoleh investor untuk memodali konsep usaha anda, maka yang harus anda lakukan adalah ’membeli’ kepercayaan calon investor tersebut. Soal bagi hasil, lebih baik nanti saja kita bicarakan, setelah anda mulai berusaha, tentu saja dengan modal atau kemampuan sendiri.

Saya suka memberikan perumpamaan yang ekstrim. Misalnya ada seorang investor memiliki dana investasi sebanyak Rp 50 juta. Untuk memulai usaha, anda butuh lima juta rupiah. Di sisi lain, seorang bernama KH Abdullah Gymnastiar memerlukan dana Rp 50 juta untuk ekspansi usaha. Siapakah orang yang berhasil memperoleh dana investasi itu? Kalau saya investornya, tentu saya akan pilih Aa’ Gym, walaupun nilai investasinya lebih tinggi. Alasannya banyak, antara lain Aa’ Gym lebih bisa saya percaya, maaf, daripada anda. Jumlah uangnya memang lebih banyak, tetapi saya lebih percaya pada orang yang sudah menjalankan usahanya, daripada mempertaruhkan sedikit uang pada seseorang yang belum pernah menjalankan usaha. Walaupun di kepalanya tersembul aneka ide bisnis.
Sebagai pimpinan sebuah institusi pelatihan wirausaha, saya sering mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dan biasanya saya menyarankan kepada si penanya untuk memulai dari level usaha yang paling bawah. Dan biasanya saran itu ditolak mentah-mentah. Gengsi, malu dan berbagai alasan lainnya.

Tapi jika saran saya diterima, saya akan langsung memberinya bantuan. Saya langsung memberinya modal. Tidak banyak. Hanya satu dua botol air minum dalam kemasan (AMDK) untuk dijual, entah di jalan, di kereta api atau di perkantoran. Setelah laku, saya minta mereka membelikan AMDK lagi di sebuah super market atau pasar swalayan dengan uang hasil penjualan. Biasanya, harganya lebih murah. Keuntungannya bisa mencapai 100 persen. Beli Rp 1.000,- bisa jual Rp 2.000,- Begitu terus. Saya, sebenarnya hanya mengajarkan prinsip-prinsip bagaimana melipat-gandakan modal hanya dari sedikit uang.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Bagaimana mendapatkan sumber pendanaan?

 

Jumat, 6 Jan 06 18:05 WIB

Kirim Pertanyaan | Kirim teman

Assalamu’alaikum,
Yth. Pak Zainal Abidin, perkenalkan saya Adi yang menulis pertanyaan tersebut di atas. Nama lengkap saya Saptadi K. Hadiwardoyo, dengan data lengkap seperti di bawah ini:

Nama perusahaan: PT. Archipelago Senoadi Perkasa (ASP)
Bidang Usaha: Bioremediation Alamat kantor: Bogor Hp: 0813-1518-0494 Proyek: Bioremediasi Oil Sludge Project Owner: Baker Hughes Drilling Fluids/Total Indonesie E&P Project Location: Palaran-Samarinda-Kaltim

Apabila diperlukan saya bersedia bertemu dan menunjukkan proposal serta kontrak proyek tersebut atau mohon diberikan kontak Pak Zainal agar bisa dihubungi. Terima kasih.

Wassalam,


adi at eramuslim.com

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Ahmad. Jawabannya sangat tergantung pada jenis usaha yang ingin anda jalankan. Kalau usahanya adalah sebuah bengkel dengan investasi awal 50 juta, saya pikir tidak bisa. Bukan tidak bisa sama sekali tentunya. Jika anda adalah orang yang sudah bisa dipercaya, jangankan usaha dengan modal awal Rp 50 juta. 1 milyar pun anda bisa memperolehnya dengan cepat. Tapi jika anda baru mau mulai usaha, modal tidak punya, usaha belum ada, saya pikir anda akan mengalami kesulitan dalam mencari dan memperoleh investor.

Dalam mencari investor, sebaiknya anda tidak menggunakan pola berpikir anda sendiri sebagai pelaksana atau pengelola usaha. Cobalah untuk berpikir sebagai seorang investor yang selain menginginkan keuntungan, juga mengharapkan keamanan uangnya. Seorang investor yang benar, tidak hanya berpikir soal keuntungan semata. Ia juga harus melihat potensi kerugian yang bisa terjadi, dan yang dilihat pertama kali adalah faktor manusianya. Bukan faktor bidang usahanya.
Jadi, jika anda berniat mencari dan memperoleh investor untuk memodali konsep usaha anda, maka yang harus anda lakukan adalah ’membeli’ kepercayaan calon investor tersebut. Soal bagi hasil, lebih baik nanti saja kita bicarakan, setelah anda mulai berusaha, tentu saja dengan modal atau kemampuan sendiri.

Saya suka memberikan perumpamaan yang ekstrim. Misalnya ada seorang investor memiliki dana investasi sebanyak Rp 50 juta. Untuk memulai usaha, anda butuh lima juta rupiah. Di sisi lain, seorang bernama KH Abdullah Gymnastiar memerlukan dana Rp 50 juta untuk ekspansi usaha. Siapakah orang yang berhasil memperoleh dana investasi itu? Kalau saya investornya, tentu saya akan pilih Aa’ Gym, walaupun nilai investasinya lebih tinggi. Alasannya banyak, antara lain Aa’ Gym lebih bisa saya percaya, maaf, daripada anda. Jumlah uangnya memang lebih banyak, tetapi saya lebih percaya pada orang yang sudah menjalankan usahanya, daripada mempertaruhkan sedikit uang pada seseorang yang belum pernah menjalankan usaha. Walaupun di kepalanya tersembul aneka ide bisnis.
Sebagai pimpinan sebuah institusi pelatihan wirausaha, saya sering mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dan biasanya saya menyarankan kepada si penanya untuk memulai dari level usaha yang paling bawah. Dan biasanya saran itu ditolak mentah-mentah. Gengsi, malu dan berbagai alasan lainnya.

Tapi jika saran saya diterima, saya akan langsung memberinya bantuan. Saya langsung memberinya modal. Tidak banyak. Hanya satu dua botol air minum dalam kemasan (AMDK) untuk dijual, entah di jalan, di kereta api atau di perkantoran. Setelah laku, saya minta mereka membelikan AMDK lagi di sebuah super market atau pasar swalayan dengan uang hasil penjualan. Biasanya, harganya lebih murah. Keuntungannya bisa mencapai 100 persen. Beli Rp 1.000,- bisa jual Rp 2.000,- Begitu terus. Saya, sebenarnya hanya mengajarkan prinsip-prinsip bagaimana melipat-gandakan modal hanya dari sedikit uang.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: